Terjerat Pasal Makar, Lies: Saya Tidak Akan Lari ke Luar Negeri

Oleh Fitriani pada hari Kamis, 16 Mei 2019 - 20:28:33 WIB | 0 Komentar

Bagikan Berita ini :

tscom_news_photo_1558013313.jpeg

(Sumber foto : Ist)

JAKARTA  (TEROPONGSENAYAN)  --  Komandan Gabungan Relawan Demokrasi Pancasila (Garda Depan), Lieus Sungkharisma atau Li Xue Xiung, mengaku sudah menerima surat panggilan kedua untuk diperiksa sebagai saksi atas tuduhan makar yang dialamatkan kepadanya. 

Surat panggilan ke dua tersebut, lies terima pada hari Rabu (15/5). Menurut Lies, Jum"at besok (17/5) diminta kembali Bareskrim. “Hari Jum’at depan saya diminta ke Bareskrim,” ujar Lies, di Jakarta, pada Kamis 16 Mei 2019.

Ketika ditanya apakah ia akan memenuhi panggilan tersebut, pria kelahiran Cianjur, Jawa Barat ini pun tak memberikan jawaban yang signifikan. Bahkan ketika ketika disinggung soal seriusnya pasal yang dituduhkan kepadanya, Lieus tersenyum kecil. 
“Kita lihat saja nanti. Saya tau ini tuduhan sangat serius. Saya akan hadapi,” kata Lies.

Lies pun berkisah, dulu, Jenderal Sudirman pernah berkata, musuh terbesar bangsa ini adalah pengkhianat. “Karena itu jika engkau punya sepuluh butir peluru, cukup satu peluru untuk musuhmu. Sembilan lainnya untuk para pengkhianat itu,” paparnya.

Lies pun menuturkan, bahwa situasi negara persis seperti yang dikatakan jenderal Sudirman itu. “Negeri ini sedang dikuasai oleh para pengkhianat yang hendak menggadaikan bangsa dan negara ini kepada pihak asing dengan macam-macam alasan demi pembangunan dan investasi. Situasi ini tidak benar dan tidak bisa kita biarkan. Harus kita lawan,” tuturnya.

Maka itu, Lies kembali menerangkan, banyak orang yang berharap kondisi itu bisa dirubah melalui pemilu yang jujur dan adil dan ancaman negara yang tergadaikan itu bisa diperbaiki. 

"Sayangnya, seperti yang dikatakan Pak Dirman, ternyata masih terlalu banyak pengkhianat di negeri ini. Kalau saja pemilu berjalan jujur dan pemerintah mampu menegakkan keadilan, pembangkangan rakyat seperti saat ini tidak akan terjadi," tukasnya.

“Pembangkangan terjadi karena rakyat melihat pemilu tidak jurdil dan pemerintah tidak mau bersikap adil,” imbuhnya.

Itu sebabnya, menurut Lies, Prabowo Subianto dalam pidatonya menyebut akan timbul dan tenggelam bersama rakyat, ia langsung teringat pada sosok Jenderal Sudirman. “Pernyataan pak Prabowo itu persis dengan apa yang dikatakan Jenderal Sudirman pada tanggal 17 Februari 1946 di Jogyakarta,” kenangnya.

Menurut Lies, pernyataan Prabowo tersebut adalah spiritnya Jenderal Sudirman. Itu sebabnya ia semakin semangat untuk memperjuangkan kedaulatan bangsa dan negara ini. 

"Karena itu pula saya tidak akan lari ke luar negeri karena tuduhan makar ini. Jadi, seperti permintaan Pak Sandiaga Uno kemarin, demi kedaulatan bangsa dan negara Indonesia yang saya cintai ini, saya akan terus berjuang sampai titik darah penghabisan,” pungkasnya.

tag: #  

Bagikan Berita ini :