Hasto: Kalah Pemilu Bukan Akhir Segalanya

Oleh Sahlan Ake pada hari Minggu, 26 Mei 2019 - 20:41:22 WIB | 0 Komentar

Bagikan Berita ini :

tscom_news_photo_1558878082.jpeg

Sekjen DPP PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto (Sumber foto : ist)

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN)--PDI Perjuangan menggelar peringatan Nuzulul Quran lewat sebuah diskusi kebangsaan bertema "Pesan Perdamaian dalam Alquran". 

Sekjen DPP PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto, mengakui pihaknya memilih tema itu karena kontekstual dengan situasi saat ini.

"Kami ingin mengajak, mari kita sebagai warga bangsa mengedepankan pesan perdamaian dan kamanusiaan, terlebih saat ini dimana masih ada pertentangan satu sama lain, padahal pemilu sudah selesai," kata Hasto di Jakarta, Minggu (26/5/2019).

Hasto lalu bercerita soal sejarah hidup partainya yang pernah berada di luar kekuasaan, bahkan mendapatkan represi dari kekuasaan otoriter. Kantor partainya pernah diserang, Bung Karno dan keluarganya mendapatkan perlakuan buruk dari rejim. Namun sebaliknya  ketika Soeharto dihujat akibat kekejaman rejimnya di masa lalu, justru PDIP meminta agar hal demikian dihentikan.

"Kami pernah dua kali kalah dalam pemilu. Kami tidak ikut pemerintahan. Ternyata PDI Perjuangan tetap survive karena ideologi, semangat kolektivitas yang ada di partai," katanya.

Dengan demikian, PDIP berharap semua pihak memiliki pandangan bahwa kalah pemilu bukan akhir segalanya. Sebab kalah dan menang sama-sama mengandung sebuah tanggung jawab yang besar bagi bangsa negara.

"Yang menang harus menggunakan kemenangan itu untuk kepentingan bangsa dan negara untuk rakyat. Yang kalah bisa memperbaiki diri dan hanya 5 tahun menunggu sebelum kompetisi berikutnya," jelas Hasto.

"Maka jangan korbankan persatuan Indonesia hanya karena ambisi kekuasaan," tegasnya.

Pada konteks itulah, kata Hasto, maka tema diskusi soal pesan perdamaian dalam Alquran itu mendapatkan tempat yang pas. PDIP berharap sembagar rekonsiliasi dikedepankan.

"Tak perlu benturkan polisi dan umat Islam, TNI dan Polri. Kita mempunyai pengalaman buruk. Bila konflik terjadi, toh korbannya adalah bangsa Indonesia sendiri, ibu-ibu dan anak-anak yang akan menjadi korbannya," ujar Hasto.(plt)

tag: #pdip  #pemilu-2019  

Bagikan Berita ini :