Demokrat Merasa Tak Lagi Berkoalisi dengan Kubu Prabowo, TKN Tunggu Sikap SBY

Oleh Ferdiansyah pada hari Sabtu, 08 Jun 2019 - 13:16:01 WIB | 0 Komentar

Bagikan Berita ini :

tscom_news_photo_1559974561.jpg

SBY dan AHY (Sumber foto : Ist)

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) --Partai Demokrat (PD) kini merasa tidak lagi berkoalisi dengan kubu 02, Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.

Merespon hal ini, Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma"ruf Amin menunggu sikap politik resmi dari pucuk pimpinan partai berlambang mirip logo mercy itu, yakni Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). 

"Tapi juga tentu sikap politik itu di BPN seperti apa. Kalau memang PD mau membuka peluang itu secara tegas. Kan yang dia bilang baru rasa, keinginan PD itu perlu juga dituangkan sikap politik mereka dengan tegas bilang "kami berhenti dari koalisi Prabowo-Sandi". Bukan satu dua elitenya. Mereka bergabung BPN itu melalui dokumen, dukungan formal secara organisatoris. Keluarnya PD dari BPN juga harus secara formal, datang dari pucuk pimpinan dari SBY, bukan dari anak buah. Pak SBY kan belum sampai hari ini membuka ruang," kata Wakil Ketua TKN Jokowi-Ma"ruf, Johnny G Plate kepada wartawan, Sabtu (8/6/2019). 

Plate mengatakan, sikap politik Partai Demokrat tak bisa disampaikan hanya oleh segelintir elite. Menurutnya, sikap resmi harus datang dari sang ketum dan secara organisatoris. Mengingat, hal yang sama juga dilakukan saat bergabung dengan Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandiaga. 

"Karena proses di BPN sampai sekarang ini masih berlangsung. Berulang kali pimpinan sekjen PD mengatakan koalisi mereka sampai pilpres berakhir. Kalau menang diteruskan, kalau kalah tidak tahu apakah masih terus ataukah tidak, jadikan masih ada kerancuannya. Kecuali sekarang ada pernyataan dari Pak SBY. Bukan dari segelintir elite," ujarnya. 

Politikus NasDem itu mengatakan jika sikap resmi dari Partai Demokrat sudah disampaikan, maka pihaknya pun akan dengan terbuka membuka peluang kerja sama. 

"Kami buka ruang kerja sama. Tapi perlu disamakan kesamaan konteks koalisinya. Tapi terbuka di sini, di sana belum tertutup," kata Plate.

Sebelumnya, Partai Demokrat (PD) menyebut hubungannya dengan Koalisi Adil Makmur yang mengusung Capres-cawapres nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno terganggu. Demokrat pun merasa tidak lagi berkoalisi dengan 02.

"Hubungan antara Partai Demokrat dengan Koalisi 02 memang agak terganggu terutama pasca hari-hari terakhir, Bu Ani pun menjadi korban, dirundung oleh pendukung 02 dan terakhir juga apa yang terjadi di Cikeas, saat Prabowo bertemu dengan Pak SBY (Susilo Bambang Yudhoyono), mengucapkan belasungkawa tapi akhirnya menjadi politik, mengotori suasana duka dan itu tentunya akan membuat suasana tak nyaman," kata Kadiv Advokasi dan Hukum DPP Partai Demokrat, Ferdinand Hutahaean, Sabtu (8/6/2019).

"Bagi kami, kami merasa tidak berkoalisi lagi dengan 02 saat ini. Kami sudah merasa tidak berkoalisi dengan 02. Kami sudah merasa tidak bersama-sama lagi dengan 02," sambung dia. (Alf)

tag: #susilo-bambang-yudhoyono-sby  #partai-demokrat  #pilpres-2019  

Bagikan Berita ini :