Staf Ahok: Ferdinand Mungkin Iri Karena Tak Dikenal Orang Saat Naik MRT

Oleh Ferdiansyah pada hari Senin, 08 Jul 2019 - 16:46:30 WIB | 0 Komentar

Bagikan Berita ini :

tscom_news_photo_1562579190.jpg

Kepala Divisi Advokasi dan Hukum Partai Demokrat Ferdinand Hutahaean. (Sumber foto : Ist)

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) --Staf mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok), Ima Mahdiah mempertanyakan kritikan politikus Partai Demokrat Ferdinand Hutahaean terhadap bosnya. 

Ferdinand sebelumnya mempertanyakan niat Ahok yang kerap muncul di ruang publik belakangan ini. Salah satunya dengan menjajal moda Mass Rapid Transit (MRT).

Menurut Ima, Ferdinand melontarkan hal itu lantaran iri terhadap sosok Ahok. 

"Saudara Ferdinand Hutahaean mungkin iri ketika naik MRT tidak ada warga yang mengenalnya," kata Ima, Jakarta, Senin (8/7/2019). 

Ima mengatakan Ahok saat ini adalah warga biasa. Dia pun mempertanyakan apakah ada ketentuan Ahok tak boleh naik MRT dan mengunjungi tempat-tempat umum lainnya.

"BTP sekarang warga biasa, kenapa harus takut BTP manuver. Apa ada ketentuan kalau BTP tidak boleh naik MRT dan mengunjungi tempat-tempat umum lainnya?" kata dia.

Sebelumnya Ketua Divisi Advokasi dan Bantuan Hukum Partai Demokrat Ferdinand Hutahaean mempertanyakan niat Ahok kerap muncul di depan publik. Dia mengaitkan kegiatan Ahok itu dengan manuver untuk menjadi menteri.

"Apakah Anda @basuki_btp ingin jadi menteri sehingga belakangan ini coba banyak manuver cari perhatian publik? Anda itu mantan Gubernur, tunggu Anies (Baswedan, Gubernur DKI) selesai nanti pilkada lagi silakan ikut," cuit Ferdinand, Minggu (7/7/2019).

Ketika dikonfirmasi, Ferdinand mengatakan penilaiannya bahwa pria yang akrab disapa Ahok itu terlalu banyak bermanuver belakangan ini. Dia mencontohkan kegiatan Ahok menjajal moda transportasi MRT, Sabtu 6 Juli 2019. Selepas naik MRT, Ahok juga berkunjung ke Lapangan Banteng, Jakarta Pusat.

Ferdinand pun menilai kunjungan itu seakan Ahok masih merasa dirinya pejabat yang meninjau proyek pemerintah. Kata Ferdinand, tak elok seorang mantan gubernur seolah mengkritik gubernur baru yang sedang bekerja.

"Ini soal fatsun, etika politik. Sabar dan biarkan Gubernur bekerja," katanya. (Alf)

tag: #partai-demokrat  

Bagikan Berita ini :