Berita

Novel Baswedan Minta Tim Gabungan Polri Tak Berspekulasi

Oleh Fitriani pada hari Rabu, 10 Jul 2019 - 20:35:16 WIB | 0 Komentar

Bagikan Berita ini :

tscom_news_photo_1562765716.jpg

Novel Baswedan (Sumber foto : Ist)

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) --Tim gabungan bentukan Polri menyebut ada motif politik dibalik kasus teror air keras yang menimpa penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan.

Merespon hal itu, Novel, selaku korban justru berharap motif politik yang disebut oleh tim gabungan tersebut bukan upaya untuk berspekulasi.

"Saya pikir jangan sampai hanya terjadi upaya untuk berspekulasi, siapa aktor intelektual, dalang, koordinator, dan lain-lain tapi melupakan pelaku lapangan," kata Novel di gedung KPK, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, pada Rabu (10/7/2019).

Dikatakan Novel, untuk mengungkap kasus ini harus dimulai dengan menangkap eksekutor atau pelaku di lapangan. Sebab, tak mungkin kejahatan jalanan diungkap dari aktor intelektual lebih dulu.

"Mengungkap kejahatan jalanan begini haruslah dimulai dengan pelaku lapangannya. Tidak mungkin ada pengungkapan pelaku kejahatan kekerasan jalanan begini, tapi kemudian hanya dimulai dengan spekulasi aktor intelektual pihak mana pihak mana. Saya kira itu bukan investigasi ya. Itu hanya reka-reka atau duga-dugaan saja dan saya kira itu tidak tepat," jelas Novel.

Novel menegaskan, bahwa pengumuman hasil kerja tim gabungan pekan depan menjadi pertaruhan bagi orang-orang yang ada di dalam tim itu.

Ia pun berharap teror terhadap pegawai KPK lainnya juga segera diungkap agar kejadian itu tidak terulang.

"Tentunya minggu depan rilis hasilnya itu seperti apa tentunya ini pertaruhan buat beliau-beliau. Saya berharap hasil yang ditemukan benar-benar signifikan," tegasnya.

Seperti diketahui, sebelumnya, tim gabungan yang dibentuk Kapolri Jenderal Tito Karnavian untuk mengusut penyerang Novel telah memberikan laporan kepada Kapolri. Hasil investigasi tersebut akan diumumkan pekan depan.

"Laporan sudah kami sampaikan kepada dan beliau akan mempelajari dalam waktu yang singkat, dan hari ini progres yang dapat kami sampaikan bahwa kami akan menyampaikan hasil lengkap itu pada minggu depan," ungkap anggota tim gabungan Nurcholish di Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Selasa (09/7/2019).

Tak hanya itu, mereka juga menduga kasus ini bermotif politik. Motif itu juga akan disampaikan nantinya.

"Bagaimana hasilnya itu nanti minggu depan akan kami sampaikan, tapi yang kedua juga kami mencari tentu saja ini bukan perkara biasa, jadi pasti bukan perkara pembunuhan biasa di pinggir jalan atau apa. Tapi ini perkara yang melibatkan, saya kira orang yang juga bisa kita kategorikan sebagai ada latar belakang politik," pungkas Hendardi. (Alf)

tag: #novel-baswedan  #polri  #kpk  

Bagikan Berita ini :