Sebaran Kartu Tani Cuma Enam Persen, DPR Sentil Kementan

Oleh mandra pradipta pada hari Selasa, 03 Sep 2019 - 10:05:52 WIB | 0 Komentar

Bagikan Berita ini :

tscom_news_photo_1567479952.jpg

Ilustrasi (Sumber foto : ist)

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) - Kartu Tani yang pertama kali diluncurkan pemerintah pada 2016 dimaksudkan untuk mewujudkan kedaulatan dan ketahanan pangan. Tujuan akhirnya adalah kesejahteraan  petani. 

Namun pada perjalanannya, capaian sebaran Kartu Tani masih sangat sedikit. Hal ini masih menjadi pekerjaan rumah (PR) bagi pemerintah, terutama Kementerian Pertanian (Kementan).

"Jadi Kartu Tani ini dirancang agar penyaluran pupuk itu bisa tepat sasaran, tepat waktu dan tidak merembes ke mana-mana. Kalau kita melihat dari capaiannya baru enam persen, tentu ini menjadi tantangan bagi Kementerian Pertanian," kata Anggota Komisi IV DPR RI Andi Akmal Pasluddin di Jakarta, Selasa (3/9/2019).

"Bagaimana supaya ke depan, apakah setahun ke depan, ini bisa rampung semuanya gitu," jelasnya.

Andi menambahkan, salah satu upaya memaksimalkan pemanfaatan Kartu Tani yaitu dengan memaksimalkan peran para penyuluh pertanian dalam mensosialisasikan Kartu Tani. 

Ia juga mengatakan, anggaran pendampingan bagi para penyuluh sudah ada di Badan SDM dan Litbang Kementan. 

"Supaya para penyuluh-penyuluh kita ini diberikan semangat insentif agar bisa memaksimalkan sosialisasi mengenai masalah Kartu Tani ini," tambah Andi.

Kalau petani tahu manfaat dan tujuan Kartu Tani, sambung Andi, petani akan sangat senang. Karena di kartu tersebut ada kepastian pupuk yang diterima dan yang beli harus dapat, kepastian jumlah dan ada kepastian waktu.

Selama ini, sebelum terbitnya Kartu Tani, banyak sekali di daerah-daerah ditemui kelompok-kelompok tani mereka itu punya uang tapi tidak dapat pupuk. Hal itu dikarenakan pupuk ini banyak yang merembes ke sektor lain seperti perikanan maupun perkebunan.

Selain itu, Andi juga mengatakan dunia pertanian harus mengikuti juga teknologi informasi yang terus berkembang setiap harinya. Untuk itu ia menekankan agar pertanian juga sejalan dengan perkembangan teknologi demi tercipta sebuah sistem yang kuat, yang bagus, sehingga tidak ada lagi penyelewengan-penyelewengan pupuk di tingkat petani ataupun di tingkat kelompok tani.

"Oleh karena itu saya kira Komisi IV DPR RI bersama dengan PT. Pupuk Indonesia, Kementan dan juga Himbara bisa melakukan sosialisasi yang terus-menerus kepada kelompok tani dan pada petani. Sehingga nanti ke depannya petani kita juga selain mengambil pupuk, bisa menggunakan Kartu Tani untuk menabung. Bahkan untuk mengambil pinjaman untuk usaha tani," paparnya.(plt)

tag: #  

Bagikan Berita ini :