Oleh Jihan Nadia pada hari Rabu, 16 Okt 2019 - 15:35:51 WIB
Bagikan Berita ini :

2 Tahun Memimpin, PSI Sebut Kerja Anies Masih Level Wali Kota

tscom_news_photo_1571215039.jpg
Gubernur Anies Baswedan (Sumber foto : Ist)

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) --Partai Solidaritas Indonesia (PSI) menyoroti dua tahun Anies Baswedanmenjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta.

Juru Bicara DPW PSI DKI Jakarta, Rian Ernest mengatakan, ada beberapa catatanyang menurut PSI harus menjadi sorotan publik atas implementasi janji-janji yang Aniessemasa kampanye di Pilkada 2017 silam.Setidaknya ada 23 janji Anies.

Karena, menurut Rian, hingga kini, tidak ada pencapaian kinerja Anies yang luar biasa. Bahkan, diabelum terlihat layaknya seorang Gubernur. Kerja Anies dinilai hampir mirip-mirip dengan kerja level wali kota.

Yang pertama, menurut dia adalah janji rumah dengan uang muka ataudown payment(DP) 0 rupiah yang menjadi program unggulan Anies.

Data Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2017 menyebutkan, hampir setengah warga DKI Jakarta atau sekitar lima juta warga tidak memiliki rumah.

"Sementara, hanya ada 1.790 warga yang berhasil Anies hantarkan ke program rumah DP 0 rupiah. Angka ini menurut kami terlalu kecil. Ini bukanlah pencapaian untuk lingkup tingkat Gubernur. Ini tidaklah beda dengan lingkup kerja wali kota," kata Rian dalam keterangannya, Rabu (16/10/2019).

Apalagi masih ada sebagian warga yang mengeluh bahwa harga rumah DP 0 rupiah tersebut tak terjangkau bagi warga kalangan menengah ke bawah.

Sebab, Pemprov mensyaratkan penghasilan suami dan istri di kisaran Rp 4 juta sampai Rp 7 juta untuk lolos verifikasi.

"Lalu (yang kedua) dari sektor lapangan kerja. Dulu Anies berjanji dalam kampanye untuk membuka kesempatan bekerja yang lebih luas dengan angka penyerapan kurang lebih 40 ribu tenaga kerja per tahun. Semestinya di dua tahun masa kerja Gubernur Anies Baswedan ini dapat menciptakan 80 ribu tenaga kerja," ujarnya.

Namun, menurut dia, tidak ada kejelasan maupun angka yang transparan bagaimana progres yang dicapai Anies untuk hal ini karena tidak dapat dicek sejauh mana janji tersebut terpenuhi.

"Kami berusaha mencoba melihat data situs pktdev.jakarta.go.id pada sub portal ‘berita’. Namun, kami tidak mendapatkan informasi yang pasti tentang hal tersebut," lanjut Rian.

Ketiga, yang disoroti PSI adalah aspek pembangunan yang tidak menyeluruh. Pembangunan Jakarta, kata dia, mungkin terlihat elok dan lebih progresif dibandingkan kota dan kabupaten lainnya.

Namun, bila dilihat dari sisi pemerataannya, sampai saat ini Jakarta hanya dipersolek pada wilayah-wilayah tertentu saja.

Untuk proyek revitalisasi 134 kilometer trotoar tak sebanding dengan data BPS yang menyebutkan bahwa pada 2015 saja, Jakarta memiliki 540 kilometer trotoar.

"134 kilometer adalah angka yang kecil bila dibandingkan jumlah trotoar yang ada dan bahkan beberapa jalanan belum difasilitasi dengan trotoar yang layak, seperti jalan Raya Munjul, Jakarta Timur. Karena Jakarta bukan hanya Thamrin dan Sudirman," jelas pria 31 tahun ini.

Ia pun berharap, Aniesseharusnya dapat membuat pencapaian lebih tinggi daripada janji kampanye dulu. (Alf)

tag: #psi  #anies-baswedan  #pemprov-dki  
Bagikan Berita ini :
Advertisement
Idul Fitri 1441H Dharma Jaya
advertisement
Idul Fitri 1441H Mendagri Tito Karnavian
advertisement
Idul Fitri 1441H Yorrys Raweyai
advertisement
Idul Fitri 1441H Nasir Djamil
advertisement
Idul Fitri 1441H Sukamta
advertisement
Idul Fitri 1441H Irwan
advertisement
Idul Fitri 1441H Arsul Sani
advertisement
Idul Fitri 1441H Cucun Ahmad Syamsurijal
advertisement
Idul Fitri 1441H Abdul Wachid
advertisement
Idul Fitri 1441H Puteri Komarudin
advertisement
Idul Fitri 1441H Adies Kadir
advertisement
Idul Fitri 1441H Mohamad Hekal
advertisement
Idul Fitri 1441H Ahmad Najib Qodratullah
advertisement
Lainnya
Jakarta

Kadis Pariwisata Ingin Tempat Wisata Jakarta Dibuka secara Bertahap

Oleh windarto
pada hari Minggu, 31 Mei 2020
JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) - Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Disparekraf) DKI Jakarta akan membuka tempat wisata dan hiburan di Jakarta secara bertahap dengan tetap mempertimbangkan kondisi ...
Jakarta

Usung Prinsip B to B, PT Food Station Dukung Inisiatif Gerakan Berbagi di Masa Pandemi

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) - Dalam masa pandemi Covid-19 ini, yang dihadapi masyarakat tidak saja ancaman akan paparan virusnya namun juga dampak ekonominya berupa terganggunya program ketahanan ...