Lobi TSBerita TSZoom TSRagam TSKita TSNongkrong TSJakarta TSMitra TSGrafis TSTV
Dukung Program Ketahanan Pangan, Kemenkop Siapkan 65 Kluster Pertanian
Oleh Bani Saksono - ( Selasa, 13 Des 2016 - 06:16:30 WIB ) di Rubrik TSMitra

Bagikan Berita ini :

3MENKOP-KOPERASI-LUMAJANG.jpg
Menteri Koperasi dan UKM Puspayoga didampingi Bupati Lumajang KH As'ad meninjau Koperasi Holtikultura " Sri Lestari" di Dusun Gaptek, kecamatan Lumajang, sabtu (10/12/2016).
Sumber foto : kemenkop

LUMAJANG [TEROPONGSENAYAN] - ‎Mendukung Program Ketahanan Pangan Nasional, Kementerian Koperasi dan UKM pun menggulirkan program membangun 65 kluster pertanian di seluruh Indonesia.

"Untuk tahap awal, sebagai pilot project sampai akhir Desember 2016 ini, kami akan membangun lima kluster pertanian,’’ tutur  Menteri Koperasi dan UKM AAGN Puspayoga saat meninjau Koperasi Holtikultura "Sri Lestari" di Dusun Gaptek, Kecamatan Pesirian, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, Sabtu (10/12).

Kelima kluster pertanian itu ada di Sukabumi, Demak, Banyumas, Lampung, dan Lumajang. Masing-masing kluster akan mengelola lahan pertanian seluas 5.000 hektare. Namun, untuk tahap awal dan percontohan cukup 1.000 hektare," tutur Puspayoga yang didampingi Bupati Lumajang M As’ad.

Dia menjelaskan, dalam program kluster pertanian tersebut akan mengembangkan tujuh komoditas utama dan unggulan dalam ketahanan pangan. Di antaranya, beras, cabe, bawang merah, tebu, kedelai, jagung, dan sapi.

"Program ini bekerjasama dengan Pertamina melalui dana PKBL (program kemitraan dan bina lingkungan). Selain untuk ketahanan pangan, program kluster pertanian ini juga bertujuan ke depannya untuk mengurangi impor pangan dan meningkatkan kesejahteraan petani," kata Menkop.  

Menkop pun mencontohkan program yang sudah berjalan ada di Sukabumi. Di sana, dengan lahan seluas 1.000 hektare dikelola oleh 2.400 petani. Di sana, para petani terdiri dari 120 kelompok tani yang berhimpun dalam koperasi. Program kluster pertanian ini dibiayai dengan dana PKBL Pertamina bekerjasama dengan koperasi yang ada. Kerjasama itu antara lain meliputi pengadaan bibit dan pupuk. Di luar ongkos produksi, masing-masing petani mendapat gaji per bulan sebesar Rp2,2 juta.

Puspayoga menambahkan, untuk Demak saat ini luas lahannya sudah mencapai 200 hektare, dan diharapkan dalam empat bulan ke depan sudah mencapai 1.000 hektare. Sedangkan Banyumas, lahan pertanian untuk program Kluster Pertanian ini sudah hampir mencapai 1.000 hektare.

"Mudah-mudahan Kabupaten Lumajang bisa menyiapkan 1.000 hektare. Minggu depan saya akan datang ke Lampung dengan tujuan yang sama. Bila lima percontohan kluster pertanian ini berjalan lancar, maka berikutnya kita akan membangun 60 kluster pertanian di wilayah lain," imbuh dia.

‎Menkop meyakini bahwa program strategis ini bisa memotong jalur rentenir di kalangan petani di Indonesia. Pasalnya, dari masa tanam, panen, hingga pasca panen, semuanya bekerjasama dengan koperasi. "Bibit dan pupuk beli dari koperasi, saat panen juga dibeli koperasi. Jadi, bakal tak ada lagi celah untuk masuknya rentenir ke petani," tegas Puspayoga.

Di akhir dialog dengan pengurus dan anggota Koperasi Holtikultura 'Sri Lestari', Menteri Puspayoga mempersilakan pihak koperasi berkunjung ke Sukabumi untuk mempelajari program tersebut. Bupati Lumajang pun menantang kesiapan koperasi Sri Lestari dalam turut serta di program 65 kluster pertanian tersebut.

Apa jawab pihak Koperasi Lestari, "Kami siap dengan 1000 hektar lahan pertanian,’’ pungkas Imam Suwoko, sang ketua koperasi. [b]

 

 


Editor : Redaktur | teropongsenayan.com

Bagikan Berita ini :



Tanggapan Anda atas berita ini?

BeritaLainnya

33IMG_20170203_194734.jpg
51MENKOP-RAKER-KOMISI6-DPR.jpg
61PGN-PABRIK-BOTOL-SORONG.jpg
77caberawit-640x465AGRIBISNIS.jpg
87IMG_20170213_135238.jpg
3KEMENKOP-DEPUTI-SDM-SANTRIPRENEUR.jpg