Lobi TSBerita TSZoom TSRagam TSKita TSNongkrong TSJakarta TSMitra TSGrafis TSTV
Produk UKM Indonesia Gratis Jualan di WTC Beijing
Oleh Bani Saksono - ( Rabu, 04 Jan 2017 - 17:13:43 WIB ) di Rubrik TSMitra

Bagikan Berita ini :

66MENKOP-CHNA-UKM.jpg
Menteri Koperasi dan UKM menerima Ibu Yani dan Mr.Lee yang merupakan termasuk dalam 10 orang pengusaha di Cina yang membahas tentang pembukaan peluang usaha di Indonesia. Jakarta, (03/01/2017).
Sumber foto : Kemenkop

JAKARTA [TEROPONGSENAYAN] – Pemerintah China memberikan fasilitas gedung untuk mempromosikan produk UKM Indonesia. Gratis. Selain kepada Indonesia, fasilitas tersebut juga diberikan kepada 25 negara lainnya di kawasan Asia.

Fasilitas gedung itu China Asian Year of Handcrafts and Arts yang ada di tengah kota Beijing dan berada di World Trade Center (WTC). "Kita apresasi karena ini gratis. Kita mau bisnis saja harus bayar, ini kan gratis. Tinggal jualan saja. Jadi akan ditindaklanjuti, kita akan mempersiapkan UKM mana saja, karena itu gratis," ujar Menteri Koperasi dan UKM Puspayoga usai menerima Ketua Umum Indonesian Diaspora Network-China Prof Yenni Thamrin dan Presiden Komisaris China Strong Food Group Mr. Li Yong Kui di gedung Kementerian Koperasi dan UKM, di Jakarta, Selasa (3/1/2017).

Khusus untuk Indonesia, pemerintah China memberikan keistimewaan. Satu lantai khusus gedung itu, yaitu di lantai 8 dengan luas kurang lebih 739 m2, akan diisi oleh UKM Indonesia.

Tidak hanya itu, pemerintah China juga memberikan kesempatan bagi pengusaha Indonesia untuk membuka restoran di lantai bawah gedung yang sama. Sedangkan negara lain berbeda, dua negara digabungkan dalam satu lantai dengan luas masing-masing 376 m2.

"Nanti kita akan bahas dulu karena mereka (China) harus memberikan rincian space-nya di mana, kita komunikasikan dengan UKM kita, mudah-mudahan nanti dalam waktu yang tidak lama dan kita harapkan UKM kita siap," tutur Deputi bidang Produksi dan Pemasaran Kemenkop UKM I Wayan Dipta menambahkan.

Rencananya, Menkop UKM Puspayoga dijadwalkan akan meninjau ke sana untuk memastikan layak atau tidaknya tempat yang disediakan. Wayan memperkirakan sekitar 70 UKM yang bisa difasilitasi. Namun, menurut dia, tidak sembarang UKM yang dipilih. Syarat utamanya adalah UKM berkualitas tinggi, berorientasi ekspor dan kemampuan produksinya di atas rata-rata.

"Diharapkan nanti  pak menteri ninjau dulu ke sana, kalau bagus. Biarpun gratis tapi kalau tidak bagus, tidak laku rugi juga kita kan. Jadi pak menteri ingin cek dulu kira-kira layak tidak," kata Wayan.

Sementara itu, Ketua Umum Indonesian Diaspora Network-China Yenni Thamrin mengungkapkan, promosi gratis pemerintah China bertujuan untuk menjalin mitra usaha dengan negara Asia. Namun khusus Indonesia mendapat prioritas karena memiliki hubungan diplomatik yang sudah terjalin lama dengan China.

Selain itu, Yenni bersama organisasinya sering mengadakan kegiatan sosial dan kerja sama pendidikan hingga mendapat perhatian pemerintah negara itu. "Selama 9 tahun tinggal di Beijing banyak membuat kegiatan sosial seperti memberikan bantuan, mengunjungi panti asuhan, dan tukar-menukar pendidikan. Ini hubungan persahabatan yang sudah terjalin baik. Kami juga mempromosikan budaya Indonesia di sana," pungkas Yenni.

Perlu diketahui, China Asian Year of Handcrafts and Arts saat ini sudah siap digunakan, bahkan Indonesia dan China sudah menandatangani nota kesepahaman bersama.

Menurut Yenni, China merupakan salah satu negara yang menyukai banyak produk UKM asal Indonesia, misalnya furniture, kerajinan batik, mutiara, dan aksesoris. "Diharapkan secepatnya diisi. Untuk Persiapan saya rasa sudah 100 persen sehingga kami mohon arahan pak menteri," tukas dia. [b]

 

 


Editor : Redaktur | teropongsenayan.com

Bagikan Berita ini :



Tanggapan Anda atas berita ini?

BeritaLainnya

1IMG_20160523_165642_1464075643042.jpg
55PGN-MD-PLACE.jpg
45IMG_20170419_202933.jpg
29images (50).jpg
70PGN-JATIM-HUSKY.jpg
39BNI-PAPARAN-KINERJA-KUARTAL 1 2017.jpg