Lobi TSBerita TSZoom TSRagam TSKita TSNongkrong TSJakarta TSMitra TSGrafis TSTV
Dilantik Jadi Ketua Komisi II, Zainudin Amali Ingin Cepat Selesaikan RUU Pemilu
Oleh Sahlan Ake - ( Selasa, 10 Jan 2017 - 18:48:22 WIB ) di Rubrik TSBerita

Bagikan Berita ini :

17zainudin.JPG
Zainudin Amali usai dilantik sebagai Ketua Komisi II DPR, di Gedung Parlemen, Jakarta, Selasa (10/1/2017)
Sumber foto : ist

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) - Anggota DPR Fraksi Partai Golkar Zainudin Amali secara resmi dilantik sebagai Ketua Komisi II DPR RI menggantikan Rambe Kamarulzaman. 

Pelantikan dipimpin oleh Wakil Ketua DPR Fadli Zon dengan disaksikan beberapa anggota Komisi II DPR.

"Dengan penetapan Ketua Komisi II Zainudin Amali,kami meminta persetujuan," ucap Fadli yang memimpin pergantian Ketua Komisi II di ruang kerja Komisi II DPR RI, Kompleks Parlemen, Senayan Jakarta, Selasa (10/1/2017).

Fadli mengatakan, komposisi pimpinan Komisi II saat ini diisi oleh Zainudin Amali sebagai Ketua, Ahmad Riza Patria Wakil Ketua, Lukman Eddy Wakil Ketua, dan Almuzzammil Yusuf Wakil Ketua.

"Untuk itu kami selaku pimpinan rapat apa yang telah saya sampaikan telah disetujui?," tanya Fadli yang dibarengi ucapan setuju oleh anggota Komisi II yang hadir.

Usai serah terima tongkat pimpinan Komisi II, Zainudin Amali langsung memimpin rapat dan mengucapkan terima kasih kepada seluruh anggota Komisi II yang hadir.

Tugas ke depan, kata Zainudin, siap melaksanakan program-program sebelumnya yang sudah disusun. Seperti Rancangan Undang-Undang Pemilu yang saat ini sedang dibahas di Pansus Pemilu.

"Kita ingin mempercepat, kenapa? karena penyelengara pemilu yang nanti akan bertugas baik itu Pileg dan Pilpres. Hal ini sesuatu yang baru secara bersamaan pada tahun 2019 yang akan datang, maka persiapan penyelengara itu penting. Maka itu kami akan memberikan waktu yang seluas-luasnya," katanya.

Jadi, lanjut Zainudin, semakin cepat UU ini diselesaikan, maka semakin banyak waktu untuk penyelengara pemilu mempersiapkan pelaksaan pemilu pada 2019.

"Saya kira masih sempat waktu 24 bulan atau 2 tahun itu cukup menurut kami. Kami targetkan Maret, April atau paling lambat bulan Mei,  masih terkejar pelaksanaanya," tandasnya. (plt/b2)


Editor : Redaktur | teropongsenayan.com
tag: #dpr  

Bagikan Berita ini :



Tanggapan Anda atas berita ini?

BeritaLainnya

76rajasalman5.jpg
69rajasalman4.jpg
54bimaarya.jpg
77LukmanHakimSaifuddin.jpg
32ongensangaji.jpg
20RAJASALMAN2.jpg