Pemprov Jabar Bentuk Tim Tangani DAS Citarum dan Cimanuk
Oleh Ferdiansyah pada hari Rabu, 11 Jan 2017 - 17:18:37 WIB

Bagikan Berita ini :

60Aher.jpg
Sumber foto : Istimewa
Ahmad Heryawan

BANDUNG (TEROPONGSENAYAN) - Pemerintah Provinsi Jawa Barat membentuk tim Rehabilitasi Hutan dan Lahan (RHL) untuk menangani hulu kawasan daerah aliran sungai (DAS) Citarum dan Cimanuk yang diketuai langsung oleh Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan (Aher).

"Tim ini telah membuat tahapan-tahapan dan program penanganan yang akan dikerjakan hingga akhir Desember 2017 dan dimulai pada Maret nanti," kata Ahmad Heryawan usai pembentukan tim RHL yang berlangsung di ruang rapat Malabar Gedung Sate Bandung, Rabu (11/1/2017).

Aher menjelaskan, draf kepanitiaan ini akan diserahkan kepada Wakil Presiden RI dan Kementerian Keuangan untuk disahkan.

Politikus PKS ini menuturkan, awalnya anggaran untuk rehabilitasi dua hulu sungai terbesar di Jawa Barat ini Rp 320 miliar, tapi Rp 63 miliar di antaranya dipangkas untuk menangani hulu sungai Sari yang rusak dan menyebabkan banjir bandang di Kota Bima.

"Biayanya Rp 257 miliar, awalnya Rp 320 miliar tapi karena di Bima NTB juga terjadi bencana yang sama maka sebagiannya diberikan untuk NTB," kata Aher.

Kerusakan yang terjadi di kawasan hulu sungai Citarum dan Cimanuk, menurut Aher, salah satunya karena lemahnya pengawasan sehingga dirinya menyarankan untuk memperkuat jajaran Polisi Hutan.

"Kalau perlu disenjatai layaknya Polair, sebab ini berpengaruh terhadap kelestarian hutan," ujarnya.

Untuk itu dalam tim ini Kepolisian dan TNI pun dilibatkan serta pembina dalam tim RHL ini adalah Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan dan diketuai oleh Gubernur Jabar.

"Wakilnya Pangdam III Siliwangi, Kapolda Jabar dan Kajati Jabar, Ketua Hariannya Kadishut Jabar, termasuk Bupati dan Walikota terkait menjadi anggota dari tim ini," kata Aher.(yn/ant)

tag: #  

Bagikan Berita ini :

Tanggapan Anda atas berita ini?
TSPOLING

Pembaca teropongsenayan.com yth.

Polemik Ratna Sarumpaet, dalam waktu sekejap, membuka mata-telinga dan mengejutkan banyak kalangan. Termasuk mata dan telinga para politisi.

Setelah polisi membuktikan kebohongan Ratna, dan yang bersangkutan juga mengaku berbohong, polemik pun semakin kencang. Di sisi lain, beberapa kalangan menengarai polemik kebohongan Ratna berimplikasi terhadap elektabilitas pasangan calon (paslon) peserta Pilpres 2019. Yakni Joko Widodo-Ma'ruf Amin dan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.

Menurut Anda, seperti apa dampak dari implikasi tersebut:

  • 1. Berpengaruh positif terhadap Joko Widodo-Maruf Amin
  • 2. Berpengaruh positif terhadap Prabowo Subianto-Sandiaga Uno
  • 3. Tidak berpengaruh terhadap masing-masing paslon
LIHAT HASIL POLING
TSTRENDING