Roem Kono Minta Kader Golkar Abaikan Isu Munaslub
Oleh Bara Ilyasa pada hari Senin, 20 Mar 2017 - 18:18:04 WIB

Bagikan Berita ini :

36ROEM_KONO_1.jpg
Sumber foto : Dok/TeropongSenayan
Roem Kono

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) - Koordinator Bidang Kesra DPP Partai Golkar Roem Kono mengajak seluruh kader Golkar fokus untuk menghadapi Pemilu 2019. Selain itu, ia juga meminta agar kader Golkar mengabaikan isu musyawarah nasional luar biasa (Munaslub). 

"Mari perkuat konsolidasi soliditas agar memenangkan 2019, semua kader aktif konsen menemui konstituennya, marilah sama-sama turun ke konstituen menjelaskan persoalan dan membantu rakyat, janganlah partai untuk popularitas tapi untuk sekuat-kuatnya Golkar untuk membantu rakyat sejahtera," ujar Roem Kono di gedung DPR RI, Jakarta, Senin (20/3/2017).

Wacana adanya Munaslub Partai Golkar menyeruak lantaran adanya dugaan keterlibatan Ketua Umum Partai Golkar Setya Novanto dalam kasus korupsi e-KTP.

Menurutnya, kasus korupsi e-KTP yang saat ini ada di pengadilan Tipikor Jakarta Pusat didukung. Untuk itu, ia meminta agar seluruh pihak hormati proses hukum jangan ada yang mengintervensi.

"Semuanya solid ada konsultasi nasional bukan hanya membicarakan hal itu karena itu kader Golkar tak perlu risau, biarkan ini wilayah hukum tak perlu didorong, harus begini ga usahlah," ungkap Ketua BURT DPR RI itu.

Berikut para pihak yang disebut jaksa KPK menerima aliran dana proyek e-KTP dalam surat dakwaan:

1. Gamawan Fauzi USD 4,5 juta dan Rp 50 juta
2. Diah Anggraini USD 2,7 juta dan Rp 22,5 juta
3. Drajat Wisnu Setyaan USD 615 ribu dan Rp 25 juta
4. 6 orang anggota panitia lelang masing-masing USD 50 ribu
5. Husni Fahmi USD 150 ribu dan Rp 30 juta
6. Anas Urbaningrum USD 5,5 juta
7. Melcias Marchus Mekeng USD 1,4 juta
8. Olly Dondokambey USD 1,2 juta
9. Tamsil Lindrung USD 700 ribu
10. Mirwan Amir USD 1,2 juta
11. Arief Wibowo USD 108 ribu
12. Chaeruman Harahap USD 584 ribu dan Rp 26 miliar
13. Ganjar Pranowo USD 520 ribu
14. Agun Gunandjar Sudarsa selaku anggota Komisi II dan Banggar DPR USD 1,047 juta
15. Mustoko Weni USD 408 ribu
16. Ignatius Mulyono USD 258 ribu
17. Taufik Effendi USD 103 ribu
18. Teguh Djuwarno USD 167 ribu
19. Miryam S Haryani USD 23 ribu
20. Rindoko, Nu'man Abdul Hakim, Abdul Malik Haramaen, Jamal Aziz dan Jazuli Juwaini selaku Kapoksi pada Komisi II DPR masing-masing USD 37 ribu
21. Markus Nari Rp 4 miliar dan USD 13 ribu
22. Yasonna Laoly USD 84 ribu
23. Khatibul Umam Wiranu USD 400 ribu
24. M Jafar Hapsah USD 100 ribu
25. Ade Komarudin USD 100 ribu
26. Abraham Mose, Agus Iswanto, Andra Agusalam, dan Darma Mapangara selaku direksi PT LEN Industri masing-masing Rp 1 miliar
27. Wahyudin Bagenda selaku Direktur Utama PT LEN Industri Rp 2 miliar
28. Marzuki Ali Rp 20 miliar
29. Johanes Marliem USD 14,880 juta dan Rp 25.242.546.892
30. 37 anggota Komisi II lainnya seluruhnya berjumlah USD 556 ribu, masing-masing mendapatkan uang berkisar antara USD 13 ribu sampai dengan USD 18 ribu
31. Beberapa anggota tim Fatmawati yaitu Jimmy Iskandar Tedjasusila alias Bobby, Eko Purwoko, Andi Noor, Wahyu Setyo, Benny Akhir, Dudi, dan Kurniawan masing-masing Rp 60 juta
32. Manajemen bersama konsorsium PNRI Rp 137.989.835.260
33. Perum PNRI Rp 107.710.849.102
34. PT Sandipala Artha Putra Rp 145.851.156.022
35. PT Mega Lestari Unggul yang merupakan holding company PT Sandipala Artha Putra Rp 148.863.947.122
36. PT LEN Industri Rp 20.925.163.862
37. PT Sucofindo Rp 8.231.289.362
38. PT Quadra Solution Rp 127.320.213.798,36.
(yn)

tag: #ektp  #korupsi-ektp  #partai-golkar  

Bagikan Berita ini :

Tanggapan Anda atas berita ini?
TSPOLING

Tidak ada Poling untuk saat ini