Kejahatan Pemilu: Aparat Negara?
Oleh Chusnul Mar'iyah pada hari Jumat, 21 Apr 2017 - 15:56:07 WIB

Bagikan Berita ini :

73IMG_20170419_112202.jpg
Sumber foto : Istimewa
Chusnul Mar'iyah

Masih ingat pada pilpres 2004? saat polisi menyebarkan CD untuk memenangkan Pasangan Ibu Megawati? Masih ingat kasus Tasik? CD plus uang seratus ribu? melibatkan kepolisian dan badan tiga huruf itu? Alhamdulillah KPU menyelesaikan dengan baik, melaporkan kepada Presiden Megawati.

Beberapa hari ini saya memperhatikan bagaimana aparat negara seperti kepolisian dan Badan Tiga Huruf dijadikan alat untuk mendukung salah satu calon gubernur yang petahana dlm pilkada DKI ini. bukankah demikian? Ada yang tidak setuju?

Kepolisian dan badan tiga huruf itu berada di bawah kuasa Presiden Republik Indonesia. Semua tindakan aparat tersebut tentunya atas restu atau dilaporkan kepada Presiden. Apakah tindakan polisi dan penegak hukum ini melanggar pemilu? aparat negara harusnya tidak boleh memihak. Dengan posisi mengawal pembagian sembako untuk kampanye tentu telah melanggar.

Bapak Presiden mohon diingatkan agar aparat negara tidak melakukan kejahatan pemilu dalam pilkada DKI besok. Salah satu indikator demokratis adalah kompetisi dengan excluding the use of force.

Mari kita berdo'a agar suara rakyat selamat dari sejak dicoblos di bilik suara sampai diumumkan oleh KPU DKI. Mari kita berdo'a agar para syaiton tidak menggoda aparat keamanan, panitia pemilu, para pemilih untuk mengikuti mereka. tidak ada rekayasa jahat oleh siapapun. Seringkali kita mengatakan suara rakyat suara Tuhan, masak suara Tuhan disuap dg sembako? mudah-mudahan aman tidak ada kecurangan yg direncanakan.

A'udlubillahiminasuaithonirrajim.
Subhanallah.(*)

tag: #  

Bagikan Berita ini :

Tanggapan Anda atas berita ini?
TSPOLING

Pembaca TeropongSenayan Yth

Pilpres 2019, banyak yang menilai sebagai perang antar cawapres.Ada tiga modal yang harus dimiliki seorang cawapres guna memenangi pemilihan. Yakni elektabilitas, kapasitas, dan kemampuan logistik.

Menurut Anda, siapa kandidat cawapres yang memiliki ketiga modal tersebut:

  • Anies Baswedan
  • Airlangga Hartarto
  • Agus Harimurti Yudhoyono
  • Din Syamsudin
  • Gatot Nurmantyo
  • Mahfud MD
  • Muhaimin Iskandar
  • Muhammad Zainul Majdi
  • Rizal Ramli
  • Sohibul Imam
  • Sri Mulyani
  • Zulkifli Hasan
LIHAT HASIL POLING