Penyelenggara Pemilu : KPU dan Bawaslu Harus adil dan Jujur
Oleh Chusnul Mar'iyah pada hari Jumat, 21 Apr 2017 - 18:07:54 WIB

Bagikan Berita ini :

3IMG_20170419_112202.jpg
Sumber foto : Istimewa
Chusnul Mar'iyah

Saat pemilu 2004 dulu setiap raker nasional saya menyampaikan pesan: "Ibu bapak Anggota KPU, saya pasti tidak bisa mengawasi saudara-saudara dalam menjalankan amanah menjadi penyelenggara pemilu. Tapi setiap kau mau melanggar aturan, mengganti suara rakyat tengoklah ke kiri dan ke kanan. Malaekat yang akan mecatat semua tindakan kita".

Saat saya dihujat oleh timses dengan IT KPU 2004, saya hanya menjawab: "saya Insya Allah akan menjaga suara bapak ibu, tapi jangan meminta saya untuk mengubah-ubah suara".

Saat ini tanpa ada sistem penghitungan via IT KPU seperti 2004, tanpa ada para aktivis mahasiswa dari seluruh komponen seperti HMI, IMM, PMKRI, Himabudhi dll yang membantu KPU seperti di 2004, dengan kekuatan polling, kerja KPU semakin sulit. Apalagi rekrutmen KPU yang seperti sekarang ini. Prinsip penyelenggaraan pemilu adalah free and fair bebas dan JUJUR.

KPU sampai KPPS harus bekerja luar biasa. DPT sudah benarkah? adakah ghost voters? DPT digelumbungkan? atau diciutkan? Surat suara sudah dicoblos atau belum? Menghitung dengan baik? Yang bukan warga negara dan bukan warga DKI janganlah ikut memilih diada-adakan KTPnya? Mintalah perlindungan dari Allah untuk bisa kuat menghadap tekanan petahana dengan kekuatan penguasa pusat dan kekuatan bandar yang mengatur politik kita. KPU harus menyampaikan kepada publik serangan sembako, uang, bahkan tekanan pada warga untuk memilih kandidat tertentu dengan cara kekerasan adalah melanggar hukum pemilu. Coba dilihat apa yang terjadi di setiap Lapas, mereka vurnarable untuk ditekan. Lihatlah orang miskin? Sudahkah C6 sampai dengan selamat? Dan banyak lagi teknis pemilu lainnya.

Bawaslu, dari dulu saya punya pandangan Panwaslu saja tidak perlu apalagi Bawaslu. Tapi dengan pilkada DKI ini, dengan kewenangan yang dimiliki, kita berharap Bawaslu bisa exercised power. bisakah nanti menjadi saksi di MK? Dalam banyak kasus pilpres, Bawaslu hanya dianggap bunga-bunga demokrasi pemilu yang free and fair. Ayo Bawaslu gunakan kewenanganmu.

Kita do'akan semua pekerja pemilu dapat bekerja dengan Jujur dan mendapat lindungan dari Allah. Al Fatihah...Amin.(*)

tag: #  

Bagikan Berita ini :

Tanggapan Anda atas berita ini?
TSPOLING

Pembaca TeropongSenayan Yth

Pilpres 2019, banyak yang menilai sebagai perang antar cawapres.Ada tiga modal yang harus dimiliki seorang cawapres guna memenangi pemilihan. Yakni elektabilitas, kapasitas, dan kemampuan logistik.

Menurut Anda, siapa kandidat cawapres yang memiliki ketiga modal tersebut:

  • Anies Baswedan
  • Airlangga Hartarto
  • Agus Harimurti Yudhoyono
  • Din Syamsudin
  • Gatot Nurmantyo
  • Mahfud MD
  • Muhaimin Iskandar
  • Muhammad Zainul Majdi
  • Rizal Ramli
  • Sohibul Imam
  • Sri Mulyani
  • Zulkifli Hasan
LIHAT HASIL POLING