Lobi TSBerita TSZoom TSRagam TSKita TSNongkrong TSJakarta TSMitra TSGrafis TSTV
Akrobat Politik Harry Tanoe
Oleh Ariady Achmad - ( Kamis, 03 Agu 2017 - 16:18:25 WIB ) di Rubrik TSNongkrong

Bagikan Berita ini :

25obrolan pagi-1.jpg
Kolom bersama Ariady Achmad
Sumber foto : Ilustrasi oleh Kuat Santoso

Untuk apa berpolitik? Para pendiri dan bapak bangsa memberikan contoh bahwa berpolitik adalah jalan melanjutkan perjuangan untuk menyejahterakan rakyat. Sedang Bung Karno menyebut sebagai jembatan emas kesejahteraan rakyat.

Mereka telah memberi contoh, bahwa berpolitik adalah jalan perjuangan dan pengabdian bagi bangsa dan masyakarakat. Kursi kekuasaan yang diraih dengan politik adalah untuk rakyat. Berpolitik adalah perjuangan, pengabdian sekaligus pengorbanan untuk kebaikan rakyat dan bangsa yang dicintainya.

Kita menyaksikan kiprah mereka menjaga fatsoen politik. Apalagi saat menjadi tokoh atau pemimpin yang bukan hanya memikirkan kehidupan rakyat namun sekaligus harus menjadi panutan masyarakat. Inilah modal kepercayaan yang terus dijaga saat menapaki pematang politik yang kadang terjal dan mendaki menghadapi tantangan dan rintangan.

Jika demikian apa yang hendak dipertontonkan dan dipersembahkan Harry Tanoe (HT) yang kini melakukan akrobat politik. Hanya karena terdesak posisinya dalam skandal kasus ancaman SMS kepada Jaksa, HT berbalik mendukung penguasa dari semula sebagai oposisi. Sulit menyembunyikan penilaian publik bahwa HT berpolitik hanya untuk kepentingan pribadi dan jangka pendek.

Politik zig-zag yang dipertontonkan HT menambah daftar panjang perilaku tokoh politik yang menjalankan akrobat politik. Sebelumnya kita menyaksikan Setya Novanto usai terpilih menjadi Ketua Umum DPP Partai Golkar juga langsung bersuara kencang mencalonkan Jokowi sebagai Capres 2019. Padahal sebelumnya Golkar adalah oposisi. Selain itu kita juga melihat zig-zag politik yang kontroversial dan fenomenal yang dilakukan Ahok.

Barangkali inilah yang antara lain membuat muncul antipati terhadap partai politik dikalangan masyarakat. Masyarakat bukan hanya kehilangan kepercayaan namun juga menyaksikan bahwa berpolitik yang dilakukan para politisi lebih banyak untuk transaksi kepentingan semata. Baik untuk mengamankan kepentingan pribadi dan jangka pendek, baik karena kasus dan skandal ataupun mengamankan harta kekayaan dan kekuasaan bahkan keluarganya. Bukan untuk masyarakat yang telah memberikan kepercayaan.

Akrobat politik HT memang tidak terjadi dalam langit politik yang hampa. Kita menyaksikan betapa pemegang kekuasaan hampir menyapu bersih lawan politik atau yang dinilai berseberangan. Zig-zag politik HT bisa jadi pilihan kompromistis menghadapi praktek 'sapu bersih' tersebut. Namanya juga usaha.

Namun demikian siapa yang bisa menjamin pada beberapa waktu mendatang HT tidak berbalik arah lagi? Dalil politik paling sahih adalah tidak ada kawan dan lawan sejati, yang ada adalah kepentingan. Apalagi kita senantiasa dipertontonkan akrobat-akrobat politik seperti yang dilakukan oleh politisi cum pengusaha seperti HT. Bahkan, termasuk kemungkinan, zig-zag politik HT bagi penguasa adalah jebakan tebu, habis manis sepah dibuang.

Rasanya, rakyat masih membutuhkan tontonan politik yang sehat dan politisi yang menjalankan fatsoen politik dengan benar dan baik. Bukan sebaliknya. Sebab, akrobat politik bukanlah tontonan yang baik baik publik. Namun justru membuat muak dan pusing.(*)


Editor : Redaktur | teropongsenayan.com
tag: #  

Bagikan Berita ini :



Tanggapan Anda atas berita ini?

BeritaLainnya

43SAVE_20160822_125409.jpg
3obrolan pagi-1.jpg
86SAVE_20160822_125409.jpg
70IMG-20170503-WA0000.jpg
64obrolan pagi-1.jpg
29SAVE_20160822_125409.jpg