Lobi TSBerita TSZoom TSRagam TSKita TSNongkrong TSJakarta TSMitra TSGrafis TSTV
DPR: Proses Seleksi Anggota Komnas HAM Dinilai Tidak Transparan
Oleh Mandra Pradipta - ( Rabu, 13 Sep 2017 - 19:13:50 WIB ) di Rubrik TSBerita

Bagikan Berita ini :

89nasir-ham.jpg
Nasir Djamil saat menerima aspirasi sejumlah LSM yang tergabung dalam Jaringan Perempuan Peduli Hak Asasi Manusia (JPP-HAM), Rabu (13/9/2017)
Sumber foto : Istimewa

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN)--Anggota Komisi III DPR Nasir Djamil menilai, proses seleksi anggota Komnas HAM tidak transparan. Hal ini disampaikan berdasarkan aspirasi sejumlah LSM yang tergabung dalam Jaringan Perempuan Peduli Hak Asasi Manusia (JPP-HAM), Rabu (13/9/2017).

Nasir mengatakan, ada beberapa hal yang disampaikan JPP-HAM soal proses seleksi Komisioner Komnas HAM 2017-2022. Di antaranya pertama, proses seleksi di Pansel dianggap tidak partisipatif sehingga diharapkan proses seleksi di DPR lebih mendekatkan calon anggota Komisioner Komnas HAM dengan masyarakat.

Kedua, belum adanya penelitian independen yang mendukung dan merekomendasikan calon-calon Komisioner yang berintegritas, berkapasitas, kredibel, akuntabel, dan berkeadilan gender.

Ketiga, calon anggota Komisioner Komnas HAM harus memenuhi 10 kriteria, yaitu bebas dari dugaan tindak pidana korupsi, bebas dari dugaan keterlibatan segala macam bentuk tindak kekerasan gender (anak dan perempuan), mampu menginternalisasi gender mainstreaming dalam konsep dan mekanisme penegakan HAM, tidak pernah terlibat dalam aksi-aksi atau kasus-kasus pelanggaran HAM, dan atau menjadi kelompok yang memprovokasi pelanggaran HAM.

Memiliki visi penegakan HAM yang jelas, adil, terstruktur dan berani,memegang prinsip non partisan, dan mampu bekerja mandiri dalam satu kesatuan menjalankan misi Komnas HAM, terbukti menjunjung asas imparsialitas dalam menjalan tugas pembelaan berdasarkan jenis kelamin maupun kedudukan sosial ekonomi, memiliki pengalaman leadership di bidang advokasi peningkatan status HAM selama lebih dari 10 tahun, memiliki pemahaman kelembagaan dan keorganisasian yang kuat, memiliki kesiapan untuk kepemimpinan yang partisipatoris, dapat mendengar dan mempertimbangkan masukan dari berbagai sumber dari kelas sosial maupun latar belakang politik yang berbeda.

Namun demikian, Politisi PKS tersebut menilai, tidak transparansi proses seleksi akan menentukan nasib Komnas HAM kedepan.

"Selama ini Komnas HAM banyak disorot karena dinilai tidak efektif. Karena itu harus ada kriteria dan pendekatan berbeda dari sebelumnya dalam proses seleksi, sehingga kualitas Komnas HAM terpilih nantinya lebih terukur kinerjanya," ungkap Nasir.

Nasir berjanji pihaknya akan menindaklanjuti beberapa catatan beberapa LSM tersebut.

"Apa yang disampaikan sangat penting, terutama dalam menentukan indikator penilaian ketika Fit and Proper test di Komisi III," ujar Nasir.(yn)


Editor : Redaktur | teropongsenayan.com

Bagikan Berita ini :



Tanggapan Anda atas berita ini?

BeritaLainnya

59mabes.jpg
4JmSaf5bny7mJ7OteE69Sk04nzUIIzqlK-poster.jpg
21agus-hermanto.jpg
57juru-bicara-kpk-febri-diansyah_20170830_111654.jpg
5259c0c0573487b-lelang-mobil-sitaan-kpk_663_382.jpg
35Densus-Anti-Korupsi.jpg