Lobi TSBerita TSZoom TSRagam TSKita TSNongkrong TSJakarta TSMitra TSGrafis TSTV
Elegi Kampung Bayam
Oleh Zeng Wei Jian - ( Sabtu, 07 Okt 2017 - 08:09:59 WIB ) di Rubrik TSKita

Bagikan Berita ini :

98IMG_20170414_195606.jpg
Zeng Wei Jian
Sumber foto : Istimewa

TSPol

Apakah yang Anda harapkan terhadap Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dan Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno yang baru dilantik?
Melanjutkan program Gubernur-Wakil Gubernur sebelumnya (termasuk reklamasi teluk Jakarta)
Menjalankan program 100 hari pertama sebagai Gubernur-Wakil Gubernur
Menjalankan komunikasi dan interaksi intetsif dengan warga ibukota

Lihat Hasil Poling

Ada petani bayam di Jakarta. Satu kampung. Siapa sangka. Di tengah hutan beton, ada Kampung Bayam. Lokasinya, tepat di sekitar Taman BMW.

Saya kaget, saat Neno Wariswan bawa belasan orang petani Kampung Bayam ke ruang kerja Bang Fadli Zon.

Neno Warisman ditemani Prof Jonhar Nasution (Alumni Teknik Sipil ITB 1987) dan Ms Nova Perbawa dari ITB. Keduanya, aktifis sosial yang selama ini menemani warga Kampung Bayam dalam kesengsaraannya.

Mereka mengadu kepada Bang Fadli Zon. Kampung mereka mau digusur oleh Plt Jarot. Padahal, sebulan lagi pelantikan Anies-Sandi. Wakil Ketua DPR dari Partai Gerindra heran, mengapa Plt Jarot berani nekad merencanakan sebuah manuver dramatis. Bukankah, seorang Plt bahkan dilarang mengadakan mutasi PNS di enam bulan pertama masa tugasnya.

Moh. Furkon menyapa Bang Fadli Zon dengan sapaan "Pa Haji". Dia sangat menghormati Bang Fadli Zon. Mukanya seperti mau menangis. Saya sedih sekali liat expresinya. Dia cerita, selama ini kampungnya pernah 3x dibakar. Ada sekitar 500KK atau 2500 jiwa, termasuk perempuan, lansia dan anak kecil di sana.

Aktifis Wardah Hafidz dari Urban Poor Concortium (UPC) pernah temani warga mengadu ke Komnas HAM. Pasalnya, Kampung Bayam dibakar begitu saja di bulan Oktober 2009.

Alhamdulilah, Plt Jarot tampaknya batal mengeksekusi Kampung Bayam. Setelah Bang Fadli Zon, Aryo Hasyim Djojohadikusumo dan Kader Gerindra datang ke Kampung Bayam. Melihat langsung kondisi hidup mereka yang simpang siur. Biarlah, Gubernur Anies Baswedan dan Sandiaga Uno nanti membereskan nasib mereka.

Menurut Nova, Kampung Bayam merupakan salah satu pilot project OKE EDU yang dirilis Sandiaga Uno. Memang, kondisi lingkungan mereka tidak baik. Di bawah tiang-tiang Sutet, pinggir rel kereta, dan di atas got.

Namun, mengusir mereka, membombardir rumah-rumah mereka dengan Decko, menggusur mereka dengan alasan "penyabot tanah negara" bukan tindakan bijak. Kita sepakat memperlakukan mereka sebagai manusia. Karena memang manusia. Saudara kita juga.

Saya menjurah dan memberi hormat yang paling tinggi kepada orang-orang seperti Prof Jonhar Nasution. Dia sedang bikin kolam penjernihan air swadaya di Kampung Bayam. Supaya, para petani itu bisa menanam bayam lagi. Belakangan, mereka sulit memperoleh air jernih. Sehingga tanaman mereka layu dan mati. Padahal, income dari panen mereka cuma 300-500 ribu per bulan.

Sedangkan Nova Perbawa, dia aktif mengedukasi warga dengan keterampilan. Skill adalah modal utama mereka nanti pasca direkolasi.

Saya kira, kita tidak boleh menelantarkan mereka dan abai terhadap kesulitan hidup yang mereka hadapi.

Aneh, di sebuah metropolis megah seperti Jakarta masih ada petani dengan kondisi hidup memprihatinkan. Ngapain aja gubernur sebelumnya?(*)


Editor : Redaktur | teropongsenayan.com
tag: #  

Bagikan Berita ini :



Tanggapan Anda atas berita ini?

BeritaLainnya

32IMG_20171020_103002.jpg
46IMG_20171023_085302.jpg
3320171023_064345.jpg
62IMG_20171020_103002.jpg
75IMG_20171022_190123.jpg
21IMG_20170201_194417.jpg