Anies Baswedan Sindir Ahok-Djarot, Soal Apa?
Oleh Ferdiansyah pada hari Sabtu, 21 Okt 2017 - 21:38:53 WIB

Bagikan Berita ini :

69Anies-Baswedan-tea-walk.jpg
Sumber foto : Istimewa
Anies Baswedan

BOGOR (TEROPONGSENAYAN)--Gubernur DKI Anies Baswedan sempat menyindir Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) dan Djarot Saiful Hidayat di acara tahunan Korpri Pemprov DKI. Acara bertajuk 'Tea Walk' itu digelar Wisata Agro Gunung Mas, Bogor, Sabtu (21/10/2017).

Bagi Anies, kehadirannya bersama Wagub DKI Sandiaga Uno penting untuk melakukan pembinaan di lingkungan pegawai negeri.

"Kami hadir berdua, saya dan Pak Sandi, mereka (Korpri) menyampaikan bahwa selama lima tahun ini gubernur dan wakil gubernur tidak berpartisipasi langsung," kata dia dalam sambutannya di acara itu.

Ia menjelaskan, aparatur sipil adalah instrumen paling mendasar yang dibutuhkan dalam melaksanakan semua rencana dan semua program gubernur dan wakil gubernur. Dan aparatur sipil itu, kata dia, bukan untuk dimusuhi atau direndahkan, tapi justru harus dibina dan dikembangkan.

"Banyak yang baik. Ada pasti yang nakal, ada yang bermasalah, tapi justru tanggung jawab kita sebagai pimpinan untuk membina, mengembangkan, termasuk dalam soliditas, solidaritas dan kinerja," ujar Anies.

Sekretaris Daerah DKI Jakarta Saefullah membenarkan ketidakhadiran gubernur dan wakil gubernur sebelumnya dalam acara tahunan Korpri. Saefullah mengaku tak tahu pasti alasannya.

"Baru (kali) ini saja (yang datang)," katanya.

Ia menyebut acara tahunan ini diselenggarakan dengan dana APBD sebesar Rp 225 juta. Kegiatan ini, kata dia, adalah kegiatan tahunan di mana Korpri DKI Jakarta setiap satu tahun sekali untuk mengingatkan dan menjaga soliditas serta solidaritas.(yn)

tag: #ahok  #anies-baswedan  #aniessandi  

Bagikan Berita ini :

Tanggapan Anda atas berita ini?
TSPOLING

Pembaca teropongsenayan.com yth.

Polemik Ratna Sarumpaet, dalam waktu sekejap, membuka mata-telinga dan mengejutkan banyak kalangan. Termasuk mata dan telinga para politisi.

Setelah polisi membuktikan kebohongan Ratna, dan yang bersangkutan juga mengaku berbohong, polemik pun semakin kencang. Di sisi lain, beberapa kalangan menengarai polemik kebohongan Ratna berimplikasi terhadap elektabilitas pasangan calon (paslon) peserta Pilpres 2019. Yakni Joko Widodo-Ma'ruf Amin dan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.

Menurut Anda, seperti apa dampak dari implikasi tersebut:

  • 1. Berpengaruh positif terhadap Joko Widodo-Maruf Amin
  • 2. Berpengaruh positif terhadap Prabowo Subianto-Sandiaga Uno
  • 3. Tidak berpengaruh terhadap masing-masing paslon
LIHAT HASIL POLING