Seminggu Pertama Anies-Sandi
Oleh Zeng Wei Jian pada hari Minggu, 22 Okt 2017 - 19:25:41 WIB

Bagikan Berita ini :

62IMG_20171020_103002.jpg
Sumber foto : Istimewa
Zeng Wei Jian

Belum 24 jam pasca dilantik, Anies digempur. Relawan Pro Anies-Sandi belum istirahat, sudah diserang lagi. Edan tenan. Mereka goreng kata "pribumi" yang diucapkan Anies.

Menurut peneliti senior LSI, Toto Izul Fatah kepada Republika.co.id, "Gorengan ini justru membuat elektabilitas Anies makin meroket". Ahoker gagal lagi. Kasian.

Hari pertama kerja, Anies-Sandi bingung mau pake seragam yang mana. Terakhir Sandi pake seragam, waktu dia SMA.

Setelah inspeksi Balai Kota, Anies kasi arahan. Anies berpesan agar birokrat di lingkungan Pemda DKI Jakarta fokus melayani warga. Semua warga harus mendapatkan pelayanan, tanpa terkecuali. Anies minta semua ASN pelajari janji kampanye ASA. Itu amanat yang dibawa Anies-Sandi.

Setelah itu, Anies-Sandi datang ke Dinas UMKM. Di situ, mereka langsung mengeksekusi program enterpreneurship dengan membuka pelatihan kewirausahaan.

Dari Dinas UMKM, Anies-Sandi shalat berjema'ah di Masjid Fatahillah. Lalu naik busway dari Halte Balai Kota ke Koridor 6 Dukuh Atas. Jalanan macet. Mereka sama-sama turun di Halte Mampang Prapatan. Mereka mau melihat proyek underpass Mampang. Ini blusukan pertama. Proyek yang menyebabkan kemacetan extrim dipilih.

Anies mengatakan penyelesaian proyek itu akan terlambat. Sebabnya, masalah relokasi pipa utilitas. Jumadi (Kepala Proyek) bilang pipa utilitas di area proyek harus dipindahkan terlebih dulu. Tampak jelas, Anies menguasai masalah. Padahal ini hari pertama dia kerja.

Sampai sore Anies-Sandi di sana. Rush hour bikin macet menggila. Pulangnya, Anies-Sandi gunakan motor bike.

Media Sosial langsung rame. Netizen berkomentar, "aduuuh pak ati-ati disiram air keras". Ada yang komen, "Awas pak, ntar dibacok preman. Kaya dulu tuh". Macem-macem komentar mereka. Intinya, warga concern melihat gubernurnya naik motor. Sesuatu yang biasa dilakukan Anies sejak dulu.

Pagi hari tanggal 18 Oktober, Anies-Sandi mengunjungi SD Negeri 07 Cawang. Di sekolah itu Anies menyatakan akan meningkatkan jumlah anak Jakarta yang menuntaskan program Wajib Belajar 12 Tahun. 

Sejak kemarin, hujan mulai turun. Jakarta langsung macet. Hingga malam, masih belum stop. Kemang dikabarkan banjir.

Anies dapet laporan ada tanggul jebol di kawasan Jatipadang, Jakarta Selatan. Seorang netizen @Yusufsulistiyo ngetwit, "Banjir di bintaro sektor 9."

Media serempak gunakan istilah "banjir". Tidak lagi gunakan kata "genangan" seperti dulu saat Ahok berkuasa. Sekalipun, kedalaman air 1 meter, tetep disebut "genangan". Sekarang, saat Anies jadi gubernur, genangan semata kaki disebut sebagai "banjir".

Anies segera menginstruksikan Camat, Lurah dan orang-orang BPBD handle tumpahan air di Jatipadang. Mereka sukses. Banjir segera diatasi sehingga tidak menjadi endemik. Gubernur Anies memantau banjir dari Jakarta Smart City di Gedung G lantai 3 Balai Kota. Anies sukses mengatasi banjir dari kejauhan. Seperti Presiden Obama memantau jalannya Operasi Neptune Spear dari ruangan kecil di White House.

Hari Jumat (20/10), Anies-Sandi bikin hetrik. Semerta-merta, mereka disebut "sakti".

Siang itu, mereka meninjau proyek MRT (mass rapid transit) di Stasiun Haji Nawi, Fatmawati, Jakarta Selatan.

Pembangunan stasiun MRT di lokasi itu terhambat. Ahok dan Jarot ngga sanggup benahi. Ada empat bidang tanah belum bisa dibebaskan Pemprov DKI.

Lokasinya terletak di depan Toko Karpet Serba Indah dan Gramer Mandiri. Pemilik lahan minta ganti rugi Rp 120 juta per meter. Putusan pengadilan menyatakan Pemprov DKI hanya perlu membayar Rp 60 juta per meter.

Salah seorang pemilik lahan (Mahesh) menghampiri Anies. Dia bos Toko Karpet Serba Indah. Mereka ngobrol. Entah apa yang mereka bicarakan. Tiba-tiba, Mahesh menyatakan siap melepas lahannya saat itu juga. Sandi menyebut Mahesh: "Hero of the Day".

Ngga lama kemudian, secara simbolik, Anies, Sandi dan Mahesh merobohkan pagar toko milik Mahesh. Pihak MRT dan jurnalist jadi saksi.

Saya cuma bisa komentar: LUAR BIASA..!!

Esok harinya, Sabtu sampai Minggu, Anies kembali jadi target cyberbully. Kali ini dia dan rombongan gubernur (5 mobil) dituduh menerobos jalur One Way dari arah Puncak.

Saya malas mendalami hoax ini. Logika sederhana saja, jika rombongan Anies menerobos One Way, kok ngga tabrakan adu-kebo ya?(*)

tag: #  

Bagikan Berita ini :

Tanggapan Anda atas berita ini?
TSPOLING

Pembaca teropongsenayan.com yth.

Polemik Ratna Sarumpaet, dalam waktu sekejap, membuka mata-telinga dan mengejutkan banyak kalangan. Termasuk mata dan telinga para politisi.

Setelah polisi membuktikan kebohongan Ratna, dan yang bersangkutan juga mengaku berbohong, polemik pun semakin kencang. Di sisi lain, beberapa kalangan menengarai polemik kebohongan Ratna berimplikasi terhadap elektabilitas pasangan calon (paslon) peserta Pilpres 2019. Yakni Joko Widodo-Ma'ruf Amin dan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.

Menurut Anda, seperti apa dampak dari implikasi tersebut:

  • 1. Berpengaruh positif terhadap Joko Widodo-Maruf Amin
  • 2. Berpengaruh positif terhadap Prabowo Subianto-Sandiaga Uno
  • 3. Tidak berpengaruh terhadap masing-masing paslon
LIHAT HASIL POLING