Lobi TSBerita TSZoom TSRagam TSKita TSNongkrong TSJakarta TSMitra TSGrafis TSTV
Munaslub, Jalan Sehat Partai Golkar
Oleh M Shoim Haris (Pegiat GMPG dan Ketua Kajian Strategis DPP Ormas MKGR) - ( Senin, 23 Okt 2017 - 06:47:05 WIB ) di Rubrik TSKita

Bagikan Berita ini :

3320171023_064345.jpg
M Shoim Haris (Pegiat GMPG dan Ketua Kajian Strategis DPP Ormas MKGR)
Sumber foto : Istimewa

Tanggal 20 Oktober, Golkar berulang tahun. Tak ada kesemarakan yang mencolok seperti tahun-tahun sebelumnya. Bahkan seorang pengurus DPP mengatakan, rasanya hambar dan tak bergairah. Seperti ada rasa duka yang membayangi kehidupan Slipi (kantor DPP PG). Tak ada aktifitas yang menunjukkan aura kehidupan partai tua dan berpengalaman. Yang terasa aroma bunga kamboja di sudut-sudut ruangannya.

Telah berumur 53 tahun, terhitung sejak 1964 Sekber Golkar didirikan. Lantas di era Orde Baru menjadi Golkar, dan pada Tahun 1998 bertransformasi menjadi Partai Golkar.

Sekber Golkar berdiri sebagai respon atas kegaduhan Orde Lama karena pertentangan ideologi. Sekber Golkar menghadirkan kelompok fungsional mengambil peran ke muka. Karena pertentangan ideologi hendak membangkrutkan negara ini.

Di era Orde Baru Golkar menjadi kekuatan politik dengan konsep pembangunan. Sebenarnya Golkar lebih banyak menjalankan politik tentara dalam mengawal pemerintahan Orde Baru.

Masa-masa sulit dialami saat era reformasi 1998. Tentara dan Golkar adalah target gerakan reformasi. Kedua institusi ini dihujat di mana-mana. Bahkan Golkar menghadapi tuntutan pembubaran, baik dalam bentuk aksi jalanan maupun tingkat kenegaraan.

Golkar menjadi Partai Golkar dengan paradigma baru. Dengan paradigma baru inilah Golkar menjadi bagian dari kekuatan reformasi, yang mendorong demokrasi, supremasi hukum, dan pemerintahan bebas korupsi.

Golkar terbilang sukses melewati masa sulit 1998/1999. Dan 2004 Parta Golkar mampu mengalahkan PDIP yang di pemilu 1999 memenangkan pemilu.

Dari sejarah politik yang panjang itu, terlihat karakter Golkar, yaitu tidak doktriner, rasional, berorientasi pada karya kekaryaan, dan berusaha menangkap kehendak rakyat. Dari karakter itu Golkar mampu melewati sejarahnya yang panjang.

Di usia 53 tahun ini kembali Golkar diuji. Apakah Golkar akan beringsut dan membonsai atau justru bangkit dengan kepercayaan rakyat?

Jalan sehat bagi Golkar hari ini adalah, mendengar suara kader, mendengar kaum intelektual, dan mendengar rakyat Indonesia. Jika elite Golkar di Jakarta maupun daerah mengabaikan jalan sehat ini, seperti sedang membangun terowongan ke liang kubur politik.

Jalan sehat itu adalah merombak kepemimpinan dibawah Setya Novanto. Karena itu suara kader, suara para intelektual, dan suara rakyat.

Sebagai partai dengan karakter rasional, egaliter dan modern, inilah jalan yang harus ditempuh Golkar. Tidak mungkin Golkar dijalankan dengan mengabaikan tuntutan masyarakat yang menjadi ruangtumbuh-nya dalam jagat politik Indonesia.

Munas/munaslub adalah jalan sehat Partai Golkar.(*)


Editor : Redaktur | teropongsenayan.com
tag: #  

Bagikan Berita ini :



Tanggapan Anda atas berita ini?

BeritaLainnya

59IMG_20170327_093021.jpg
33IMG-20171117-WA0002.jpg
49IMG-20171119-WA0002.jpg
96MUKHAER PAKKANNA.jpg
90IMG-20171119-WA0003.jpg
52IMG-20171119-WA0004.jpg