Berita
Oleh Sahlan pada hari Senin, 23 Okt 2017 - 11:07:56 WIB
Bagikan Berita ini :

Aksi Romy Baca Puisi di Peringatan Hari Santri

95Romahurmuziy-baca-puisi.jpg
Romahurmuziy baca puisi memperingati Hari Santri Nasional di Taman Ismail Marzuki, Jakarta, Minggu (22/10/2017) malam (Sumber foto : Istimewa)

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN)--Tanggal 22 Oktober diperingati Hari Santri Nasional. Sejumlah kalangan mengisi peringatan tersebut dengan berbagai kegiatan, termasuk Ketua Umum PPP Romahurmuziy (Romy).

Memperingati Hari Santri, Romy membaca puisi di Taman Ismail Marzuki, Jakarta. Ia membaca puisi bersama dengan sejumlah penyair kondang.

Penyair kondang tersebut antara lain 'presiden' penyair Sutardji Calzoum Bahri dan Habiburrahman 'Ayat-Ayat Cinta' El-Syirazi. Romy yang alumni pesantren Miftahul Khoir, Bandung, ini memancing gelak tawa audiens saat mulai baca puisi.

"Saya ini diundang panitia bukan karena saya penyair. Tapi karena politisi dan puisi sama-sama berawalan p dan berakhiran I," ujar Romi.

Dalam acara yang bertajuk 'Wajah Pesantren, Wajah Indonesia' ini hadir tuan rumah acara, Menag, Lukman Saifuddin, dan prosais Ahmad Tohari yang juga menyumbangkan 'prosa yang diringkas'.
Para penyair kenamaan mengemas puisi mereka dengan segar dan otentik mulai dari peran santri dalam merebut dan menegakkan kemerdekaan, sampai dengan keprihatinan maraknya pemimpin era reformasi yang tak bernurani.

Berikut salah satu penggalan puisi yang berjudul 'Sang Kiai':

Kiai,

Petuah dan nasihatmu mengalir dalam langkahku

Bahwa setiap gerak adalah zikirku

Bahwa setiap zikir adalah nadiku

Bahwa setiap pikir adalah ibadahku

Yang menjadi kekuatan dalam kuasa angkuh kehidupan

Kiai,

Kami ini sekumpulan ternak dan engkau tuannya

Agar kami tak lalai pada jalan pulang

Menuju rumah Tuhan

Kami yang angkuh dan congkak

Darimu kau ajarkan akhlaqul karimah

Tak bisa membayangkan apa jadinya negeri ini tanpamu

Di tengah setiap hari perselisihan mengisi dot com dan televisi

Maafkan generasi kami, yang lupa pada doa-doa dan pengorbanan kalian merebut kemerdekaan negeri ini

Di bagian lain ia mengungkapkan betapa perjuangan para ulama tanpa motif kepentingan pribadi.

Semua mereka lakukan demi kemerdekaan negeri

Jauh dari kepentingan menikmati sendiri

Kecuali untuk anak cucu nanti

Di akhir, Romi mengingatkan perilaku menyimpang sebagian pemimpin.

Apakah negeri ini akan kembali terjajah sebab lupa pada sejarah?

Penjajahan dari kami oleh kami

Penjajahan dari pemimpin kepada anak-anak bangsanya sendiri?
(yn)

tag: #romi  #wakilrakyat  
Bagikan Berita ini :
Advertisement
Leap Telkom Digital
advertisement
IDUL FITRI M HEKAL
advertisement
IDUL FITRI AHMAD NAJIB
advertisement
IDUL FITRI SINGGIH
advertisement
IDUL FITRI SOKSI
advertisement