Menko Polhukam Minta Bawaslu Selesaikan Indeks Kerawanan Pemilu
Oleh Ferdiansyah pada hari Senin, 23 Okt 2017 - 17:24:40 WIB

Bagikan Berita ini :

80WirantoII-TS.jpg
Sumber foto : Dokumen TeropongSenayan
Wiranto

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) - Menteri Koordinator bidang Politik, Hukum dan Keamanan Wiranto mendesak Badan Pengawas Pemilu untuk segera menyelesaikan peta indeks kerawanan pemilihan kepala daerah.

"Saya minta Bawaslu segera menyelesaikan penelitian tentang indeks kerawanan pemilu, di daerah mana saja yang rawan, sehingga kita masih ada waktu menetralisir kerawanan-kerawanan itu," kata Wiranto usai memberikan pengarahan dalam Rapat Persiapan Pelaksanaan Pilkada Serentak 2018 di Jakarta, Senin (23/10/2017).

Indeks kerawanan pilkada tersebut perlu diselesaikan segera sehingga lembaga penyelenggara pemilu, baik di pusat maupun daerah, dapat mempersiapkan upaya pencegahan dengan maksimal.

"Dengan itu, kita bisa secara dini melakukan pencegahan hal-hal negatif saat pilkada digelar. Maka, indeks kerawanan pilkada diperlukan supaya kita tidak kecolongan," tambahnya.

Koordinasi antar-lembaga penyelenggara pemilu diperlukan untuk menetralisir potensi kerawanan pelaksanaan pilkada.

Selain itu, keterbukaan antar-pemangku kepentingan dalam pilkada juga penting untuk mewujudkan pelaksanaan pilkada yang sukses. (Ant/icl)

tag: #pemilu-2019  #pilpres-2019  #wiranto  

Bagikan Berita ini :

Tanggapan Anda atas berita ini?
TSPOLING

Pembaca teropongsenayan.com yth.

Polemik Ratna Sarumpaet, dalam waktu sekejap, membuka mata-telinga dan mengejutkan banyak kalangan. Termasuk mata dan telinga para politisi.

Setelah polisi membuktikan kebohongan Ratna, dan yang bersangkutan juga mengaku berbohong, polemik pun semakin kencang. Di sisi lain, beberapa kalangan menengarai polemik kebohongan Ratna berimplikasi terhadap elektabilitas pasangan calon (paslon) peserta Pilpres 2019. Yakni Joko Widodo-Ma'ruf Amin dan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.

Menurut Anda, seperti apa dampak dari implikasi tersebut:

  • 1. Berpengaruh positif terhadap Joko Widodo-Maruf Amin
  • 2. Berpengaruh positif terhadap Prabowo Subianto-Sandiaga Uno
  • 3. Tidak berpengaruh terhadap masing-masing paslon
LIHAT HASIL POLING