Desak Setya Novanto Mundur, Kader Ini Usulkan Golkar Gelar Munas
Oleh M Anwar pada hari Selasa, 14 Nov 2017 - 16:11:57 WIB

Bagikan Berita ini :

2720170623_135021.jpg
Sumber foto : Istimewa
Ketua Umum DPP Partai Golkar, Setya Novanto

JAKARTA  (TEROPONGSENAYAN)--Aktivis Generasi Muda Partai Golkar, M Syamsu Rijal minta Setya Novanto legowo mundur sebagai Ketum Partai Golkar untuk menyelamatkan partai. Syamsu Rijal juga mengusulkan Partai Golkar menggelar pra Musyawarah Nasional (Munas) pada bulan Desember 2017.

"Pak Novanto harus berjiwa kesatria dengan legowo dan mudur. Karena kasus E-KTP ini adalah akibat dari perbuatan individu bukan institusi. Jika Pak Novanto belum menyatakan mundur, maka rakyat akan menganggap Partai Golkar sebagai partai politik yang korup," ujar M Syamsu Rijal di Jakarta, Selasa (14/11/2017).

Padahal, Syamsu Rijal menegaskan lagi bahwa korupsi E-KTP adalah perbuatan individu, bukan institusi Partai Golkar. Namun dia mengingatkan kasus ini telah menyandera sekaligus akan membunuh kelangsungan Partai Golkar.

"Jika tidak segera dilaksanakan Pra Munas pada Desember 2017 dan kemudian Munas pada Februari 2018, maka Partai Golkar akan makin terpuruk. Ini untuk mewujudkan cita-cita agar Partai Golkar bisa menang dalam Pileg dan Pilpres 2019," papar Syamsu Rijal.

Dia kembali mengingatkan bahwa  persaingan dalam Pileg dan Pilpres akan semakin ketat. Terlebih lagi beberapa parpol baru memiliki kader, dari tingkat bawah hingga pimpinan, dari orang-orang yang pernah menjadi kader Partai Golkar.

Desakan Syamsu Rijal ini sehubungan dengan kasus korupsi E-KTP yang membelit Ketua Umum DPP Partai Golkar Setya Novanto. Setelah menang dalam praperadilan beberapa waktu lalu, Setya Novanto oleh KPK ditetapkan lagi sebagai tersangka. Kisruh ini memicu kontroversi. Terutama kini Setya Novanto melakukan perlawanan hukum.(dia)

tag: #  

Bagikan Berita ini :

Tanggapan Anda atas berita ini?
TSPOLING
Pembaca Teropong Senayan, Yth Perhelatan Pilkada Serentak 2018 sudah usai. Hasil hitung cepat (quick count) lembaga survei telah terpublikasi secara masif. Dari publikasi ini, para pemilih pun mengerti menang atau kalahkah kandidat yang mereka pilih. Pada saat bersamaan, para kandidat capres/cawapres dan partai pendukung ditengarai juga mulai mengatur strategi menyikapi hasil pilkada. Tentu, strategi ini hendak menempatkan hasil pilkada sebagai acuan meraih kemenangan pada Pilpres 2019. Menurut Anda, siapa capres yang diuntungkan oleh hasil Pilkada 2018 :
  • Joko Widodo
  • Prabowo Subianto
  • Calon Alternatif Poros Ketiga
LIHAT HASIL POLING