Ketua MPR ke Alumni HMI: Jangan Tinggalkan KPK Sendirian
Oleh Ferdiansyah pada hari Selasa, 14 Nov 2017 - 20:31:34 WIB

Bagikan Berita ini :

34Zulkifli-Mahfud-MD.jpg
Sumber foto : Humas MPR
(ki-ka) Ketua Umum KAHMI Mahfud MD, Ketua MPR Zulkifli Hasan dan pengamat politik dari LIPI Siti Zuhro

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN)--Ketua MPR RI Zulkifli Hasan kembali menegaskan sikapnya untuk mendukung upaya KPK untuk memberantas korupsi. Ia menyampaikan pesan tersebut kepada para alumni Himpunan Mahasiswa Islam (HMI).

“Kami di MPR berdiri bersama KPK untuk wujudkan Indonesia yang bebas korupsi. Tak ada alasan untuk mengurangi wewenang atau membubarkan KPK,” ujar Zulkifli melalui siaran persnya.

Demikian ditegaskan Zulkifli saat membuka acara Simposium Nasional Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) bertajuk 'Berpihak pada Bangsa Sendiri'. Acara dilaksanakan di Nusantara V MPR, Selasa (14/11/2017)

Untuk itu, Zulkifli mengajak alumni HMI bersama-sama menjaga KPK dari siapapun yang ingin menghalangi pemberantasan korupsi.

“Alumni HMI jangan tinggalkan KPK sendirian. Sebaliknya, mari jadi bagian dari gerakan Indonesia bersih tanpa korupsi,” katanya.

Di akhir sambutannya, ia mengajak KAHMI untuk menjadi ikut membenahi demokrasi Indonesia dari hulu sampai hilir. Menurutnya perbaikan demokrasi harus dilakukan agar tidak semuanya dinilai dengan uang.

"Tetapi memilih kandidat berdasarkan kualitas, integritas, kompetensi dan bersih dari korupsi,” tutupnya.

Hadir dalam Simposium tersebut wakil Ketua MPR Oesman Sapta Odang, Ketua Umum KAHMI Mahfud MD, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy dan Tokoh senior HMI Akbar Tanjung.(yn)

tag: #mpr  

Bagikan Berita ini :

Tanggapan Anda atas berita ini?
TSPOLING

Pembaca teropongsenayan.com yth.

Polemik Ratna Sarumpaet, dalam waktu sekejap, membuka mata-telinga dan mengejutkan banyak kalangan. Termasuk mata dan telinga para politisi.

Setelah polisi membuktikan kebohongan Ratna, dan yang bersangkutan juga mengaku berbohong, polemik pun semakin kencang. Di sisi lain, beberapa kalangan menengarai polemik kebohongan Ratna berimplikasi terhadap elektabilitas pasangan calon (paslon) peserta Pilpres 2019. Yakni Joko Widodo-Ma'ruf Amin dan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.

Menurut Anda, seperti apa dampak dari implikasi tersebut:

  • 1. Berpengaruh positif terhadap Joko Widodo-Maruf Amin
  • 2. Berpengaruh positif terhadap Prabowo Subianto-Sandiaga Uno
  • 3. Tidak berpengaruh terhadap masing-masing paslon
LIHAT HASIL POLING