Mau Maju di Pilkada Kabupaten Paniai, Esebius Gobai Minta Putusan DPP PAN
Oleh Ferdiansyah pada hari Rabu, 15 Nov 2017 - 00:39:18 WIB

Bagikan Berita ini :

43pan.jpg
Sumber foto : Istimewa
Partai Amanat Nasional

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) - Ketua DPD Partai Amanat Nasional (PAN) Kabupaten Paniai, Esebius Gobai mengaku, pengurus DPD hingga DPC PAN sudah satu suara memberikan dukungan kepada dirinya untuk maju sebagai calon bupati Kabupaten Paniai pada Pilkada 2018.

"Sekarang sudah ada kesepakatan, pengurus DPD PAN, DPC, sepakat mendukung saya selaku ketua DPD PAN Eksebius Gobai untuk maju sebagai calon Bupati Kabupaten Paniai 2018," kata Esebius, di Gedung DPR, Jakarta, Selasa (14/11/2017).

Alasannya, kata Esebius, seluruh pengurus menilai karir politik dirinya telah dirintis bersama PAN sejak era Amien Rais hingga Zulkifli Hasan menjadi ketua Umum PAN.

"Saya mengungkapkan dipandangan publik bahwa jenjang kepemimpinan PAN masa jabatan Amien Rais, saya sudah ada sebagai pengurus. Sutrisno Bachir, saya juga sudah jadi pengurus menjadi Wakil Ketua I dan masa jabatan Hatta Rajasa menjadi Wakil Ketua I DPD PAN" terangnya.

Oleh sebab itu, Esebius meminta ketegasan sikap DPP PAN terkait dukungan terhadap dirinya untuk maju sebagai calon bupati Paniai pada Pilkada serentak 2018 nanti.

"Oleh karena itu saya selaku Ketua DPD Kabupten Paniai bertanya kepada pimpinan PAN dan pimpinan DPW PAN bersama Amien Rais apakah ada keberatan, Ketua DPD PAN Kabupaten Paniai maju sebagai calon bupati Paniai," tegasnya.

Jika keberatan, Esebius meminta, agar DPP PAN mengeluarkan surat pemecatan terhadap dirinya sebagai Ketua DPD PAN Kabupaten Pinai sekaligus sebagai kader.

"Apabila ada keberatan minta turunkan surat pemecatan sebagai Ketua DPD Kabupaten Pania,” tegasnya.

Ada pun alasan Esebius memberanikan diri untuk maju sebagai calon bupati Piniai pada Pilkada 2018 adalah karena telah berpengalaman dalam dunia politik di Papua. Selain itu, Ia ingin membangun kampung halaman dan mensejahterakan warga Papua khususnya Piniai.

"Pembangunan harus dibangun dari kampung ke kota supaya program pemerintah boleh terwujud sesuai dengan program yang ada. Dengan misi maju, mandiri, sejahtrera, aman, beradab dan beriman. Supaya pembangunan ini, rakyat ekonomi bisa seluas-luasnya," katanya.

"Berbagai aspek yang ada dan kita layak harus terwujud sesuai dengan program yang ada, keamanan, ekonomi, kerakyatan, kesehatan, dan keamanan," tegasnya. (icl)

tag: #pilkada-serentak-2018  

Bagikan Berita ini :

Tanggapan Anda atas berita ini?
TSPOLING

Pembaca teropongsenayan.com yth.

Polemik Ratna Sarumpaet, dalam waktu sekejap, membuka mata-telinga dan mengejutkan banyak kalangan. Termasuk mata dan telinga para politisi.

Setelah polisi membuktikan kebohongan Ratna, dan yang bersangkutan juga mengaku berbohong, polemik pun semakin kencang. Di sisi lain, beberapa kalangan menengarai polemik kebohongan Ratna berimplikasi terhadap elektabilitas pasangan calon (paslon) peserta Pilpres 2019. Yakni Joko Widodo-Ma'ruf Amin dan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.

Menurut Anda, seperti apa dampak dari implikasi tersebut:

  • 1. Berpengaruh positif terhadap Joko Widodo-Maruf Amin
  • 2. Berpengaruh positif terhadap Prabowo Subianto-Sandiaga Uno
  • 3. Tidak berpengaruh terhadap masing-masing paslon
LIHAT HASIL POLING