Suksesi Ketua DPR
Tolak Penunjukan Azis, PDIP Tuntut Kocok Ulang
Oleh Sahlan Ake pada hari Senin, 11 Des 2017 - 12:16:42 WIB

Bagikan Berita ini :

37ariabbima.jpg
Sumber foto : ist
Politisi PDIP Aria Bima

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN)--Politisi PDIP Aria Bima menegaskan, FPDIP DPR menolak surat penunjukan Azis Syamsudin sebagai pengganti Setya Novanto di kursi Ketua DPR. Sebaliknya, FPDIP menuntut kocok ulang pengisian kursi pimpinan dewan.

"Saat ini PDIP melalui rapat pengganti Bamus akan minta fraksi-fraksi diadakan kocok ulang secara keseluruhan. Sekaligus evaluasi kinerja pimpinan secara kolektif dan merespons keinginan publik yang mana citra kelembagaan dan pimpinan terpuruk pada titik nadir," kata Aria di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (11/12/2017).

Menurut dia, saat ini merupakan momentum terbaik untuk dilakukan kocok ulang pimpinan DPR untuk memperbaiki kinerja pimpinan yang dinilai saat ini kurang maksimal.

"Ini momentum pergantian pimpinan DPR, bisa pencerahan bagi anggota DPR dan masyarakat," katanya.

Ia berpandangan kocok ulang pimpinan DPR dapat memperbaiki kinerja DPR yang masih tersisa dua tahun lagi.

"Kita bisa evaluasi apa yang dilakukan DPR saat ini dan tentunya tidak lepas dari kerja pimpinan dewan," katanya.

Sampai saat ini Fraksi PDIP terus melakukan loby ke fraksi-fraksi agar mendukung kocok ulang pimpinan DPR.

"Tadi ke PKS, PKB dan fraksi lainya untuk berpikir jernih. Bagi kami tidak sekadar mendapatkan kekuasaan di DPR, tapi mari lihat apakah kita tukang ketok di paripuna. Kami harap fraksi lain mendukung kocok ulang pimpinan DPR untuk memperbaiki kinerja DPR," tandasnya.(plt)

tag: #dpr  #pdip  

Bagikan Berita ini :

Tanggapan Anda atas berita ini?
TSPOLING

Pembaca teropongsenayan.com yth.

Polemik Ratna Sarumpaet, dalam waktu sekejap, membuka mata-telinga dan mengejutkan banyak kalangan. Termasuk mata dan telinga para politisi.

Setelah polisi membuktikan kebohongan Ratna, dan yang bersangkutan juga mengaku berbohong, polemik pun semakin kencang. Di sisi lain, beberapa kalangan menengarai polemik kebohongan Ratna berimplikasi terhadap elektabilitas pasangan calon (paslon) peserta Pilpres 2019. Yakni Joko Widodo-Ma'ruf Amin dan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.

Menurut Anda, seperti apa dampak dari implikasi tersebut:

  • 1. Berpengaruh positif terhadap Joko Widodo-Maruf Amin
  • 2. Berpengaruh positif terhadap Prabowo Subianto-Sandiaga Uno
  • 3. Tidak berpengaruh terhadap masing-masing paslon
LIHAT HASIL POLING