Pasien Harus Merogoh Rp 4 Juta untuk dapatkan Serum Anti Difteri
Oleh Ferdiansyah pada hari Senin, 11 Des 2017 - 21:16:14 WIB

Bagikan Berita ini :

19difteriserum.jpg
Sumber foto : Istimewa
Ilustrasi

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) - Menteri Kesehatan (Menkes) Nila F Moeloek mengatakan, penderita yang suspect penyakit difteri akan mendapatkan antibiotik dan harus menjalani uji laboratorium.

"Kemudian tentu dia diperiksa di laboratorium," katanya, saat ditemui usai pembukaan pelaksanaan Outbreak Response Immunization (ORI) Difteri, di SMAN 33 Jakarta, Senin (11/12/2017). Kalau hasilnya positif difteri, kata dia, maka penderita difteri ini akan mendapat Anti-Difteri Serum (ADS).

Nila menyebut Kemenkes telah menghubungi pihak yang menyediakan ADS. Ia menghitung, satu pasien yang terkena difteri ini harus mengeluarkan biaya untuk pemberian ADS itu seharga Rp 4 juta.

Pemerintah saat ini masih mengimpor ADS dari negara lain. Terkait biaya ADS untuk penderita positif difteri, Nila belum bisa memastikan siapa yang bertanggung jawab. Hal itu harus diperhitungkan terlebih dulu. (Rep/icl)

tag: #imunisasi  #wabah-difteri  

Bagikan Berita ini :

Tanggapan Anda atas berita ini?
TSPOLING

Pembaca teropongsenayan.com yth.

Polemik Ratna Sarumpaet, dalam waktu sekejap, membuka mata-telinga dan mengejutkan banyak kalangan. Termasuk mata dan telinga para politisi.

Setelah polisi membuktikan kebohongan Ratna, dan yang bersangkutan juga mengaku berbohong, polemik pun semakin kencang. Di sisi lain, beberapa kalangan menengarai polemik kebohongan Ratna berimplikasi terhadap elektabilitas pasangan calon (paslon) peserta Pilpres 2019. Yakni Joko Widodo-Ma'ruf Amin dan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.

Menurut Anda, seperti apa dampak dari implikasi tersebut:

  • 1. Berpengaruh positif terhadap Joko Widodo-Maruf Amin
  • 2. Berpengaruh positif terhadap Prabowo Subianto-Sandiaga Uno
  • 3. Tidak berpengaruh terhadap masing-masing paslon
LIHAT HASIL POLING