Kritik Keluarga Cendana, Gandung : Golkar Harus Move On Dari Orba
Oleh Ferdiansyah pada hari Selasa, 12 Des 2017 - 13:44:09 WIB

Bagikan Berita ini :

90IMG_20171212_133615.jpg
Sumber foto : Istimewa
Gandung Pardiman

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN)--Ketua Dewan Pertimbangan DPD Partai Golkar Daerah Istimewa Yogyakarta Gandung Pardiman mengingatkan agar Partai Golkar harus 'move on' dari kejayaan masa Orde Baru. Menurut Gandung, Golkar saat ini jangan menjadi 'Kuda Troya' seperti pada masa Orde Baru.

"Selama 32 tahun Golkar jadi alat politik dan stempel Orde Baru. Saya khawatir jika hal tersebut terulang kembali, Golkar akan dijauhi oleh rakyat lagi." ungkap Gandung dalam pesan tertulis yang diterima Redaksi, Selasa (13/12/2017). 

Gandung juga menanggapi kabar keluarga Cendana berusaha untuk kembali berkuasa di partai berlambang pohon beringin tersebut. Ia mengingatkan jika saat ini keluarga Cendana terpecah dalam beberapa partai politik. 

Dalam Munaslub Partai Golkar, semua kader dapat menjadi bakal calon. Bakal calon dapat menjadi calon apabila mendapatkan dukungan 150 pemegang suara atau sesuai ketetapan Munas dalam tata tertib. Bakal calon yang mendapat suara dukungan sesuai tata tertib akan lanjut pada pemilihan tahap dua.

"Untuk maju sebagai calon Ketua Umum Golkar, keluarga Cendana harus bersatu dulu dalam visi dan misi yang sama. Dulu produk Cendana ada PKPI, ada PKPN, sekarang ada partai Berkarya. Jadi Cendana masih bias menatap Partai Golkar." kata Gandung.

Lebih lanjut Gandung mempertanyakan komitmen dan kesetiaan keluarga Cendana saat Golkar menghadapi masa-masa sulit, "Kalau memang Golkar cinta sejati, mengapa saat partai dalam kondisi yang sulit malah membuat partai baru, termasuk seperti saat ini." 

"Partai Golkar sekarang adalah partai masa depan, partai yang melihat ke depan bukan ke belakang, bukan partai nostalgia romantika. Partai Golkar berjuang untuk rakyat, bukan untuk dinasti," ujar Gandung menegaskan.

Ketua Ormas MKGR DIY ini juga mengambil contoh dari Golkar pada masa kepemimpinan Akbar Tandjung. Menurutnya pada masa itu Golkar bisa menang Pemilu karena menggariskan paradigma baru. "Yang paling penting, saat itu Golkar melepaskan bayang-bayang Orde Baru. Terbukti hasilnya pada pemilu Golkar selamat dan menang." 

Berkaca dari pengalaman tersebut, Golkar terbukti bisa tetap menjadi partai besar tanpa embel-embel Orde Baru. "Pada Pemilu 2014 lalu Golkar terjebak dengan slogan 'penak jamanku to'. Pada kenyataannya suara Golkar di Yogyakarta malah hilang 60 ribu suara. Padahal dapil keluarga Cendana ada di Yogya." tandasnya.(dia)

tag: #  

Bagikan Berita ini :

Tanggapan Anda atas berita ini?
TSPOLING

Pembaca TeropongSenayan Yth

Pilpres 2019, banyak yang menilai sebagai perang antar cawapres.Ada tiga modal yang harus dimiliki seorang cawapres guna memenangi pemilihan. Yakni elektabilitas, kapasitas, dan kemampuan logistik.

Menurut Anda, siapa kandidat cawapres yang memiliki ketiga modal tersebut:

  • Anies Baswedan
  • Airlangga Hartarto
  • Agus Harimurti Yudhoyono
  • Din Syamsudin
  • Gatot Nurmantyo
  • Mahfud MD
  • Muhaimin Iskandar
  • Muhammad Zainul Majdi
  • Rizal Ramli
  • Sohibul Imam
  • Sri Mulyani
  • Zulkifli Hasan
LIHAT HASIL POLING