Wanita yang Bekerja Shift Malam Dapat Meningkatkan 19 Persen Risiko Kanker
Oleh M Anwar pada hari Jumat, 12 Jan 2018 - 12:25:00 WIB

Bagikan Berita ini :

50hipwee-o-WORKING-WOMAN-facebook-1200x630.jpg
Sumber foto : dok istimewa
Ilustrasi: Wanita yang bekerja shift malam.

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) -- Tidak semua kaum pekerja dapat bekerja di jam normal yaitu masuk pagi hari dan pulang sore hari. Ada sejumlah profesi yang mengharuskan pembagian jam kerja karena dibutuhkan selama 24 jam. Sebut saja polisi, satpam, wartawan, customer service, dan perawat. Pembagiannya pun tidak memandang jenis kelamin.

Sayangnya sebuah penelitian baru mengungkapkan wanita yang bekerja pada shift malam lebih mungkin terkena kanker, terutama kanker payudara. Hasil ini didapat setelah para ahli di Sichuan University melakukan meta-analisis menggunakan data dari 61 artikel. Artikel itu terdiri dari 114.628 kasus kanker dan 3.909.152 peserta dari Amerika Utara, Eropa, Australia, dan Asia.

Dari hasil analisis diketahui bahwa wanita yang bekerja pada shift malam jangka panjang memiliki peningkatan risiko kanker hingga 19%. Tak hanya itu, ada pula peningkatan risiko kanker kulit sebanyak 41%, kanker payudara sebanyak 32%, dan kanker gastrointestinal sebanyak 18%.

Setelah hasil analisis didapatkan, para ahli melakukan stratifikasi yang mengungkapkan peningkatan risiko kanker payudara hanya ditemukan di antara wanita di Amerika Utara dan Eropa yang bekerja pada shift malam.

"Kami terkejut melihat adanya hubungan antara kerja shift malam dengan risiko kanker payudara hanya ada di kalangan wanita Amerika Utara dan Eropa. Ada kemungkinan wanita di sana memiliki tingkat hormon seks yang lebih tinggi dan berkaitan secara positif dengan kanker yang disebabkan oleh hormon seperti kanker payudara,” ujar Xuelei Ma, ahli onkologi yang ikut dalam penelitian.

Selain itu, ada pula hasil penelitian yang cukup mengejutkan. Ternyata wanita yang berprofesi sebagai perawat dan bekerja pada shift malam dalam jangka panjang memiliki risiko peningkatan kanker yang lebih besar. Perawat mengalami peningkatan risiko sebanyak 58% untuk kanker payudara, 35% untuk kanker gastrointestinal, dan 28% untuk kanker paru-paru.

"Pergeseran bekerja di malam hari adalah fenomena sosial saat ini yang semakin populer dan bisa berdampak buruk pada kesehatan. Maka dari itu, wanita yang bekerja di malam hari perlu melakukan skrining tumor dan tindakan perlindungan personil harus dipertimbangkan,” pungkas Xuelei Ma. (aim)

tag: #kesehatan  

Bagikan Berita ini :

Tanggapan Anda atas berita ini?
TSPOLING

Pembaca teropongsenayan.com yth.

Polemik Ratna Sarumpaet, dalam waktu sekejap, membuka mata-telinga dan mengejutkan banyak kalangan. Termasuk mata dan telinga para politisi.

Setelah polisi membuktikan kebohongan Ratna, dan yang bersangkutan juga mengaku berbohong, polemik pun semakin kencang. Di sisi lain, beberapa kalangan menengarai polemik kebohongan Ratna berimplikasi terhadap elektabilitas pasangan calon (paslon) peserta Pilpres 2019. Yakni Joko Widodo-Ma'ruf Amin dan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.

Menurut Anda, seperti apa dampak dari implikasi tersebut:

  • 1. Berpengaruh positif terhadap Joko Widodo-Maruf Amin
  • 2. Berpengaruh positif terhadap Prabowo Subianto-Sandiaga Uno
  • 3. Tidak berpengaruh terhadap masing-masing paslon
LIHAT HASIL POLING