Gugatan Presidential Threshold Kandas, Pilihan Masyarakat Terbatas
Oleh syamsul bachtiar pada hari Kamis, 11 Jan 2018 - 19:34:03 WIB

Bagikan Berita ini :

94FachriHamzah.jpg
Sumber foto : ist
Wakil Ketua DPR Fachri Hamzah

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN)--Wakil Ketua DPR RI Fahri Hamzah menilai, ditolaknya uji materi tentang ambang batas calon presiden menjadikan kebebasan masyarakat untuk memilih calon pemimpinnya terbatas.

"Pilihan masyarakatlah terbatas, untuk menutup itu segera parpol menentukan pilihannya. Jangan di last minute, itu merusak kultur PT," ujarnya di Jakarta, Kamis (11/01/2018).

Dengan adanya keputusan tersebut, lanjut kader PKS itu, sejak awal parpol harus melakukan koalisi.

"Itu terkait terbatasnya hak calonkan kandidat. Satu struktur satu kader satu kandidat. Sekarang orang harus berkoalisi dari awal, nah masalahnya koalisi gak terjadi dari awal," kata dia.

Seharusnya, sambung Fahri, setelah pengumuman MK berilah rakyat untuk mengetahui parpol ini akan mencalonkan siapa.

"Karena itu harus dibuka dari awal. Harus punya calon dong dari awal supaya rakyat tahu. Boleh jadi rakyat ingin nyumbang calon yang ideal. Sekali lagi ini ada kesalahan," tandasnya.

MK sudah memutuskan demikian tapi partai harus cepat bila perlu mulai diumumkan, ujarnya.

"Saya mencalonkan ini itu mesti diputuskan biar berdebat secara nasional, berdebat dengan kampus-kampus bertemu dengan tokoh masyarakat pemangku adat, tokoh-tokoh daerah, sebab terlalu banyak penyesalan setelah memilih. Kan banyak kita lihat swing, orang setelah memilih kecewa karena tidak tahu yang dia pilih," pungkasnya.(plt)

 

tag: #fahri-hamzah  

Bagikan Berita ini :

Tanggapan Anda atas berita ini?
TSPOLING

Pembaca teropongsenayan.com yth.

Polemik Ratna Sarumpaet, dalam waktu sekejap, membuka mata-telinga dan mengejutkan banyak kalangan. Termasuk mata dan telinga para politisi.

Setelah polisi membuktikan kebohongan Ratna, dan yang bersangkutan juga mengaku berbohong, polemik pun semakin kencang. Di sisi lain, beberapa kalangan menengarai polemik kebohongan Ratna berimplikasi terhadap elektabilitas pasangan calon (paslon) peserta Pilpres 2019. Yakni Joko Widodo-Ma'ruf Amin dan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.

Menurut Anda, seperti apa dampak dari implikasi tersebut:

  • 1. Berpengaruh positif terhadap Joko Widodo-Maruf Amin
  • 2. Berpengaruh positif terhadap Prabowo Subianto-Sandiaga Uno
  • 3. Tidak berpengaruh terhadap masing-masing paslon
LIHAT HASIL POLING