Diikuti 400 Peserta, BKPRMI Gelar Pelatihan Pemuda Pelopor di Kalbar
Oleh M Anwar pada hari Jumat, 12 Jan 2018 - 11:51:16 WIB

Bagikan Berita ini :

35Said-IDrus-BKPRMI-hadiah.jpeg
Sumber foto : M Sayyidi
Ketua Umum BKPRMI Said Aldi Al Idrus memberikan sertifikat kepada peserta pelatihan pemuda pelopor di Hotel Grand Kartika Pontianak, Kalimantan Barat, Rabu (11/1/2018)

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN)--Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI) menggelar acara pelatihan pemuda pelopor di Hotel Grand Kartika Pontianak, Kalimantan Barat, Rabu (11/1/2018). Acara yang bekerja sama dengan Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) itu diikuti 400 peserta.

"Kegiatan ini diikuti 400 peserta yang terdiri dari pemuda remaja masjid, ustadz dan ustadzah BKPRMI serta Ormas Islam di Kalimantan Barat" kata Ketua Panitia Pelaksana Akbar Siregar, Kamis (11/1/2018).

Tak hanya itu, sebut Akbar, acara ini juga menghadiri pembicara dari Jakarta yakni motivator internasional Nanang Mubarok, Dindin Jamaluddin dan Ahmad Rizkon. Tujuannya, terang dia, agar seluruh pemuda memiliki pandangan positif dalam menjalani kehidupannya.

Sementara itu, Ketua Umum BKPRMI Said Aldi Al Idrus menuturkan, kegiatan pelatihan pemuda pelopor ini digelar untuk menciptakan generasi muda bangsa yang berinovasi dan mandiri.

"Kegiatan ini adalah bentuk kepedulian Kemenpora RI dan BKPRMI dalam membentuk kerakter pemuda yang inovatif dan mandiri, sehingga kedepan muncul pemuda pemuda pelopor yang tangguh dari Kalimantan Barat dan seluruh daerah bermanfaat bagi keluarganya dan umat di mana saja berada," tandasnya.

Kegiatan ini dihadiri perwakilan Gubernur Kalimantan Barat, Kepala Kanwil Kemenag Kalbar, MUI Kalbar, Dewan Masjid Indonesia (DMI) Kalbar, Ketua Umum DPW BKPRMI Kalbar dan Ketua Umum DPD BKPRMI se-Kalimantan Barat.

Di akhir acara, Ketum BKPRMI memberikan bantuan wirausaha dan tambahan bantuan umrah kepada tiga peserta yang terpilih.(yn)

tag: #  

Bagikan Berita ini :

Tanggapan Anda atas berita ini?
TSPOLING

Pembaca teropongsenayan.com yth.

Polemik Ratna Sarumpaet, dalam waktu sekejap, membuka mata-telinga dan mengejutkan banyak kalangan. Termasuk mata dan telinga para politisi.

Setelah polisi membuktikan kebohongan Ratna, dan yang bersangkutan juga mengaku berbohong, polemik pun semakin kencang. Di sisi lain, beberapa kalangan menengarai polemik kebohongan Ratna berimplikasi terhadap elektabilitas pasangan calon (paslon) peserta Pilpres 2019. Yakni Joko Widodo-Ma'ruf Amin dan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.

Menurut Anda, seperti apa dampak dari implikasi tersebut:

  • 1. Berpengaruh positif terhadap Joko Widodo-Maruf Amin
  • 2. Berpengaruh positif terhadap Prabowo Subianto-Sandiaga Uno
  • 3. Tidak berpengaruh terhadap masing-masing paslon
LIHAT HASIL POLING