Beras Vietnam Masuk Jakarta, Sandi Cemaskan Distorsi Harga
Oleh alfian pada hari Jumat, 12 Jan 2018 - 11:52:30 WIB

Bagikan Berita ini :

67sandiagauno.jpg
Sumber foto : ist
Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN)--Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno menengarai beras impor dari Vietnam akan masuk ke Jakarta.

"Saya mendapat laporan, 500 ribu ton, yang akan diimpor. Masuk 100 ribu sampai 120 ribu itu besar sekali ke DKI, berarti nanti ada distorsi harga yang kami khawatirkan," kata Sandiaga di Jakarta, Jumat (12/1/2018).

Dia menengarai hal itu ada karena minimnya suplai dan distribusi beras yang tidak lancar. Sandiaga ingin Pemerintah Provinsi DKI bisa memastikan suplai cukup dan distribusi lancar.

"Kita ingin dilibatkan, Pemprov DKI dan BUMD DKI ingin dilibatkan. Karena kita tidak jingin membanjirnya suplai yang rencananya masuk ke Jakarta 100 ribu ton, akan mengakibatkan distorsi harga," kata dia.

Sandiaga menginginkan harga beras pada tingkat masyarakat stabil demi melindungi petani dan pedagang beras dari gejolak harga.

"Kita berharap kepada Menteri Perdagangan, bahwa Food Station dan PD Pasar Jaya dilibatkan. Karena nanti ini outletnya juga melewati Pak Arief (Dirut Food Station). Jadi kalau kita enggak ada koordinasi akan susah. Ini yang kita sampaikan, jangan hanya kita dipakai sebagai `bumper` di depan," kata Sandiaga.

Dia mengaku telah berkomunikasi dengan Menteri Pertanian Amran Sulaiman.

"Kita sudah kontak juga dengan menteri perdagangan. Kita tunggu langkah-langkah menteri perdagangan, untuk merangkul kami. Karena ini butuh sinergi antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah," kata Sandiaga.

Prioritas Sandiaga adalah warga Jakarta mendapatkan pangan dengan harga terjangkau dan memastikan inflasi Jakarta stabil.

"Yang kami harapkan, jangan sampai kita tidak berkoordinasi, jangan sampai kita memberatkan warga dan pedagang kecil," tutup Sandiaga. (plt/ant)

tag: #sandiagauno  

Bagikan Berita ini :

Tanggapan Anda atas berita ini?
TSPOLING

Pembaca teropongsenayan.com yth.

Polemik Ratna Sarumpaet, dalam waktu sekejap, membuka mata-telinga dan mengejutkan banyak kalangan. Termasuk mata dan telinga para politisi.

Setelah polisi membuktikan kebohongan Ratna, dan yang bersangkutan juga mengaku berbohong, polemik pun semakin kencang. Di sisi lain, beberapa kalangan menengarai polemik kebohongan Ratna berimplikasi terhadap elektabilitas pasangan calon (paslon) peserta Pilpres 2019. Yakni Joko Widodo-Ma'ruf Amin dan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.

Menurut Anda, seperti apa dampak dari implikasi tersebut:

  • 1. Berpengaruh positif terhadap Joko Widodo-Maruf Amin
  • 2. Berpengaruh positif terhadap Prabowo Subianto-Sandiaga Uno
  • 3. Tidak berpengaruh terhadap masing-masing paslon
LIHAT HASIL POLING