Detik Terakhir, PKPI Ikut Mendukung Djarot Saiful - Sihar
Oleh M Anwar pada hari Sabtu, 13 Jan 2018 - 19:05:00 WIB

Bagikan Berita ini :

27Sihar.jpg
Sumber foto : dok istimewa
Sihar Sitorus dan Djarot Saiful Hidayat (tengah).

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) -- Pada detik akhir pendaftaran Calon Gubernur dan Calon Wakil Gubernur Sumatera Utara, Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI) secara mengejutkan mengalih dukungannya kepada pasangan Djarot Saiful Hidayat dan Sihar Sitorus yang diusung PDI Perjuangan dan Partai Persatuan Pembangunan (PPP).

Kepastian pengalihan dukungan PKPI seperti disampaikan Wakil Ketua DPN PKPI, Djati Nuswanto.

“Kami sudah melihat prestasi Djarot saat menjadi Walikota Blitar dan Gubernur Jakarta,” kata Djati saat mendampingi Pasangan Djarot dan Ance mendaftar ke KPU Sumatera Utara pada Rabu (10/1/2018) lalu.

Djadi mengatakan jika dirinya membwa langsung surat rekomendasi dukungan dari Ketua Umum DPN PKPI, Hendro Priyono. Dirinya menjelaskan jika pengalihan dukungan partainya merupakan hak veto yang dimiliki oleh Pengurus Pusat PKPI.

Sebelumnya, PKPI merupakan partai yang mendukung Jopinus Ramli (JR) Saragih dan Ance Selian sebagai calon Gubernur dan Wakil Gubernur Sumatera Utara. Berkasnya pun telah diserahkan pada Selasa kemarin bersama dengan partai pendukung lainnya, yaitu Partai Demokrat dan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB).

Namun pengalihan dukungan PKPI dari Pasangan JR. Saragih dan Ance Selian kepada Djarot Saiful Hidayat dan Sihar Sitorus tidak berpengaruh besar. Setidaknya dalam proses pendaftaran administratif dukungan partai politik kepada para calon peserta Pilkada Sumatera Utara.

Sebab, sesuai dengan peraturan KPU Nomor 3 tahun 2016 tentang pendaftaran calon, partai politik atau gabungan partai politik tidak dapat menarik kembali dukungannya jika telah didaftarkandan diterima berkasnya oleh KPU. “Pasangan JR. Saragih dan Ance Selian tetap menjadi pasangan yang dianggap memperoleh dukungan resmi dari PKPI”, sebut Komisioner KPU Sumatera Utara, Benget Silitonga.

Benget menjelaskan karena PKPI sebelumnya sudah mendaftarkan diri sebagai partai pengusung JR. Saragih dan Ance Selian, artinya dukungan PKPI kepada Pasangan Djarot dan Sihar tidak berlaku. Namun jika dalam proses pemenangan nantinya PKPI berusaha memenangkan Djarot Saiful dan Sihar, itu urusan internal partai.

Proses pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Sumatera Utara 2018 sendiri semakin memanas menjelang detik akhir penutupan. Selain PKPI yang mengalihkan dukungannya, perbedaan pandangan mengenai dukungan antara DPP dan DPW Sumatera Utara Partai Persatuan Pembangunan juga ikut mewarnai Pilkada Sumatera Utara. (aim)

tag: #kpu  #pilkada-serentak-2018  

Bagikan Berita ini :

Tanggapan Anda atas berita ini?
TSPOLING

Pembaca teropongsenayan.com yth.

Polemik Ratna Sarumpaet, dalam waktu sekejap, membuka mata-telinga dan mengejutkan banyak kalangan. Termasuk mata dan telinga para politisi.

Setelah polisi membuktikan kebohongan Ratna, dan yang bersangkutan juga mengaku berbohong, polemik pun semakin kencang. Di sisi lain, beberapa kalangan menengarai polemik kebohongan Ratna berimplikasi terhadap elektabilitas pasangan calon (paslon) peserta Pilpres 2019. Yakni Joko Widodo-Ma'ruf Amin dan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.

Menurut Anda, seperti apa dampak dari implikasi tersebut:

  • 1. Berpengaruh positif terhadap Joko Widodo-Maruf Amin
  • 2. Berpengaruh positif terhadap Prabowo Subianto-Sandiaga Uno
  • 3. Tidak berpengaruh terhadap masing-masing paslon
LIHAT HASIL POLING