Pengamat UGM: Keputusan Impor Beras Tidak Bijak
Oleh Syamsul Bachtiar pada hari Jumat, 12 Jan 2018 - 20:46:20 WIB

Bagikan Berita ini :

19impor.jpg
Sumber foto : Istimewa
Iustrasi

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) - Akademisi dari Universitas Gajah Mada (UGM) Dr. Bagus Santoso menyesalkan keputusan Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita mengimpor 500 ribu ton beras. Menurutnya, tahun ini kuantitas dan kualitas panen petani sudah sangat cukup baik.

"Jadi kuantitasnya kali ini tidaklah jeblok, apalagi puso. Malah banyak petani menghasilkan kualitas medium," ujarnya, Jumat (12/11/2018)

Dengann begitu, lanjut Bagus, kebijakan mengimpor beras pada saat musim panen saat ini tidak bijak.

"Mengapa? Karena harga gabah kering giling yang diterima petani akan jeblok. Kasihan petani tidak bisa menikmati hasil jerih payahnya dengan optimal," tambahnya.

Bagus mengatakan perlu juga dicermati bahwa pedagang sangat tertarik mengolah beras kualitas medium menjadi beras kualitas premium dengan cara mengayak dan mengurangi kadar beras pecahnya. Proses mengolah beras medium menjadi beras kualitas premium memberikan keuntungan yang menggiurkan kepada pedagang.

"Ini merupakan salah satu penjelasan mengapa kuantitas beras kualitas medium menyusut di pasaran sehingga harganya melonjak belakangan ini," jelasnya.

Menurut Bagus, koordinasi yang lebih baik antara Kementan, Kemendag, dan Bulog sangat diperlukan dalam kondisi seperti ini.

"Kalau mau impor, para pihak perlu mendengarkan secara seksama masukan Kementan, apakah produksi dalam negeri masih cukup. Jika cukup, sebaiknya Kemendag jangan impor dulu," tegasnya.

Kemendag perlu melihat apakah ini ulah tengkulak yang sengaja menggoreng harga agar keran impor dibuka. Karena jika keran impor dibuka waktu musim panen akan mengulang lagu lama, yakni petani bakal tidak makmur.

Bagus juga mengatakan bahwa Bulog seharusnya perlu antisipatif dan bermain aktif kebutuhan stok beras di pasar sehingga konsumen tidak dirugikan dan petani diuntungkan.

"Bulog janganlah pasif apalagi ‘bermain’ untuk kepentingan kelompok atau peribadi dengan merugikan petani dan membuat konsumen kepayahan oleh harga pangan melangut," pungkasnya. (icl)

tag: #harga-pangan  #impor-beras  

Bagikan Berita ini :

Tanggapan Anda atas berita ini?
TSPOLING

Tidak ada Poling untuk saat ini