Habiburokhman Bantah Copas Cara SARA di Pilkada Daerah Lain
Oleh M Anwar pada hari Sabtu, 13 Jan 2018 - 15:25:31 WIB

Bagikan Berita ini :

37507-habiburokhman_dokislamkiri-696x341.jpg
Sumber foto : Dok Istimewa
Habiburokhman, Ketua DPP Gerindra

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) - Ketua DPP Gerindra bicara soal pernyataan Sekjen Forum Umat Islam (FUI) Al-Khaththath soal Habib Rizieq meminta semangat di Pilgub DKI di-copy paste ke provinsi lain. Menurut Habiburokhman, yang diminta Habib Rizieq adalah soal gotong royongnya.

"Kalau di DKI kan yang paling penting semangat gotong-royongnya, itu yang di-copas, semangat gotong royong memenangkan calon kita. Setidaknya itu bagaimana sama-sama orang iuran, kontribusi tenaga, kontribusi waktu mendukung paslon yang kita menangkan," kata Habiburokhman di Warung Daun, Cikini, Jakpus, Sabtu (13/1/2018).

Habiburokhman menegaskan pihaknya tak pernah memainkan isu SARA di Pilgub DKI 2017. Yang dikedepankan di pilgub-pilgub lain, kata dia, adalah gotong royong.

"Saya pikir bahkan di DKI kemarin bukan kita yang mendesain atau menskenariokan isu-isu SARA, nggak. Itu kan soal penegakan hukum aja yang di DKI kemarin. Tapi kalau di daerah paling penting semangat gotong royong," tutur pria yang sempat heboh soal Simpang Susun Semanggi itu.

Al-Khaththath mengatakan imam besar FPI Habib Rizieq, yang saat ini berada di Arab Saudi, berpesan agar semangat 212 di DKI ditularkan ke daerah lain. Al-Khaththath berbicara saat menemani La Nyalla Mattalitti menggelat jumpa pers soal tudingan permintaan duit dari Ketum Gerindra Prabowo Subianto.

"Pesan Habib Rizieq ketika saya pergi ke Mekah, meminta kepada tiga pimpinan partai supaya meng-copas (copy-paste) yang ada di Jakarta supaya mendapatkan kemenangan di provinsi-provinsi lain. Nah, tentunya saya nggak tahu apakah ada mispersepsi seolah-olah kita mendukung dengan cek kosong. Mungkin pemahaman mereka seperti itu," tutur Al-Khaththath (aim)

tag: #  

Bagikan Berita ini :

Tanggapan Anda atas berita ini?
TSPOLING

Pembaca teropongsenayan.com yth.

Polemik Ratna Sarumpaet, dalam waktu sekejap, membuka mata-telinga dan mengejutkan banyak kalangan. Termasuk mata dan telinga para politisi.

Setelah polisi membuktikan kebohongan Ratna, dan yang bersangkutan juga mengaku berbohong, polemik pun semakin kencang. Di sisi lain, beberapa kalangan menengarai polemik kebohongan Ratna berimplikasi terhadap elektabilitas pasangan calon (paslon) peserta Pilpres 2019. Yakni Joko Widodo-Ma'ruf Amin dan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.

Menurut Anda, seperti apa dampak dari implikasi tersebut:

  • 1. Berpengaruh positif terhadap Joko Widodo-Maruf Amin
  • 2. Berpengaruh positif terhadap Prabowo Subianto-Sandiaga Uno
  • 3. Tidak berpengaruh terhadap masing-masing paslon
LIHAT HASIL POLING