Arilangga Rangkap Jabatan, Pengamat: Ada Deal Politik Jokowi dengan Golkar
Oleh Ferdiansyah pada hari Sabtu, 20 Jan 2018 - 19:08:12 WIB

Bagikan Berita ini :

91jokowi.jpg
Sumber foto : Istimewa
Jokowi dan Airlangga Hartanto

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) - Pengamat Politik dari Universitas Al Azhar Indonesia Ujang Komarudin mengatakan persepsi publik soal adanya deal politik antara Jokowi dan Airlangga Hartanto tidak bisa dihindari.

Hal itu terkait dengan melunaknya sikap Presiden Jokowi terhadap posisi Airlangga Hartanto yang rangkap jabatan di kabinet saat ini.

"Deal politik tidak akan terhindarkan, dan itu pasti terjadi. Jokowi dan Golkar akan saling mengamankan," kata Ujang saat dihubungi, di Jakarta, Sabtu (20/1/2018).

Ia menilai jika deal politik yang terbangun antara presiden dengan ketua umum partai beringin tersebut, tidak terlepas pada kepentingan pemilihan presiden di 2019 nanti.

"Karena, tentunya Jokowi butuh tiket dari Golkar, sedangkan Golkar butuh merapat pada kekuasaan," ujarnya.

Direktur Eksekutif Indonesia Political Review itu juga memandang Jokowi sedang menunjukan sikap ketidakkonsistennannya kepada rakyat Indonesia, terkait rangkap jabatan tersebut.

"Harusnya Pak Jokowi konsisten dengan perkataan dan sikapnya. Karena, sebagai seorang pemimpin harus mempunyai sikap yang sesuai antara perkataan dengan perbuatan," paparnya.

"Dan ini, tentunya menjadi preseden buruk dalam politik Indonesia. Pemimpin harus bisa dijadikan teladan dan contoh bagi rakyatnya. Sikap tidak konsisten Pak Jokowi dengan membiarkan Airlangga merangkap jabatan jangan sampai menurunkan wibawa Jokowi sebagai presiden," pungkasnya. (icl)

 

tag: #jokowi  #partai-golkar  

Bagikan Berita ini :

Tanggapan Anda atas berita ini?
TSPOLING

Pembaca TeropongSenayan Yth

Dalam beberapa hari terakhir, teror bom mengguncang Tanah Air. Rakyat, pemerintah, dan aparat kaget, terkejut dan terkesima. Marah, kesal, cemas, was-was serta ekspresi sejenis muncul bersamaan.

Harapan akan segera terbitnya revisi UU Anti Terorisme menyeruak di tengah perbincangan publik. Polemik pun turut menghangatkan harapan itu.

Bagaimana pandangan Anda tentang penerbitan revisi UU Anti Terorisme :

  • Perlu, segera terbit
  • Dibahas dan dikaji terlebih dulu
  • Tidak perlu
LIHAT HASIL POLING