Trimedya Panjaitan Jadi Panglima Perang Djarot-Sihar di Sumut
Oleh Ferdiansyah pada hari Sabtu, 20 Jan 2018 - 19:24:22 WIB

Bagikan Berita ini :

10tp.jpg
Sumber foto : istimewa
Trimedya Panjaitan

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) - Kepala Bappilu DPP PDI Perjuangan (PDIP), Bambang DH, mengatakan pihaknya telah menunjuk Trimedya Panjaitan sebagai koordinator pemenangan dalam Pemilihan Gubernur Sumatra Utara. Seluruh kader dan pengurus PDIP diharapkan dapat mengerahkan seluruh kemampuan untuk memenangkan pasangan Djarot Saiful Hidayat dan Sihar Pangihutan Hamonangan Sitorus di bawah koordinasi Trimedya Panjaitan.

"Jadi, Pak Trimedya yang menjadi 'panglima perang' kita," kata Bambang, Sabtu (20/1/2018).

PDIP menyiapkan sejumlah strategi dan program untuk memenangkan pasangan Djarot-Sihar dalam Pilgub Sumut. Strategi dan program tersebut disusun melalui Rapat Kerja Daerah (Rakerda) Khusus di Medan, Sumatera Utrara, Sabtu. Acara yang dibuka oleh Bambang DH itu dilanjutkan dengan deklarasi pasangan Djarot-Sihar yang akan dihadiri Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri.

Bambang mengaku surprise dengan komitmen seluruh kader PDI Perjuangan untuk membenahi Sumut sehingga mendukung dan akan memenangkan pasangan Djarot-Sihar.

"Kami juga salut juga dengan kekompakan seluruh kader, termasuk elemen masyarakat. Kami minta itu dikelola dengan transparan sehingga semakin meningkatkan semangat dan kemauan masyarakat untuk memenangkan pasangan Djarot-Sihar," kata Bambang.

Sementara Ketua Bappilu PDIP Sumut, Mangapul Purba mengatakan, rakerda khusus dimaksudkan untuk membicarakan agenda khusus dalam pemenangan pasangan Djarot-Sihar. Kegiatan tersebut akan dilanjutkan penyatuan persepsi dan tekad dengan kalangan relawan yang akan hadir dalam rakerda khusus itu. (Ant/icl)

tag: #pilkada-serentak-2018  

Bagikan Berita ini :

Tanggapan Anda atas berita ini?
TSPOLING

Pembaca teropongsenayan.com yth.

Polemik Ratna Sarumpaet, dalam waktu sekejap, membuka mata-telinga dan mengejutkan banyak kalangan. Termasuk mata dan telinga para politisi.

Setelah polisi membuktikan kebohongan Ratna, dan yang bersangkutan juga mengaku berbohong, polemik pun semakin kencang. Di sisi lain, beberapa kalangan menengarai polemik kebohongan Ratna berimplikasi terhadap elektabilitas pasangan calon (paslon) peserta Pilpres 2019. Yakni Joko Widodo-Ma'ruf Amin dan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.

Menurut Anda, seperti apa dampak dari implikasi tersebut:

  • 1. Berpengaruh positif terhadap Joko Widodo-Maruf Amin
  • 2. Berpengaruh positif terhadap Prabowo Subianto-Sandiaga Uno
  • 3. Tidak berpengaruh terhadap masing-masing paslon
LIHAT HASIL POLING