PPP Sumut Tolak Djarot-Sihar, Apa Kata PDIP?
Oleh M Anwar pada hari Minggu, 21 Jan 2018 - 05:56:27 WIB

Bagikan Berita ini :

35HASTO-ts2.jpg
Sumber foto : Dok/TeropongSenayan
Hasto Kristiyanto

MEDAN (TEROPONGSENAYAN)--PDIP menanggapi penolakan DPW PPP Sumatera Utara terhadap pasangan Djarot Saiful Hidayat-Sihar Sitorus dalam Pilgub Sumut 2018. Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto mengatakan, penolakan tersebut merupakan hal yang biasa.

"Sejarah PDIP dan PPP sangat lama. PPP merupakan saudara tua PDIP. Jika ada dinamika itu hal yang wajar dalam demokrasi," kata Hasto usai Rapat Kerja Daerah Khusus (Rakerdasus) PDI Perjuangan Sumut di Medan, Sabtu (20/1/2018).

Hasto mengungkapakan, PDIP dan PPP memiliki hubungan baik, terlihat dari koalisi yang dilakukan kedua partai dalam Pilkada serentak tahun ini.

"Kami di 61 daerah di Indonesia yang berkoalisi dengan PPP, dan hubungan Megawati dan Hamzah Haz, Mbah Maimun itu hubungan yang meletakkan persahabatan sejati. Dengan adanya Rakerdasus ini tidak ada lagi persoalan terkait dukungan PPP," ujar Hasto.

Sebelumnya, DPW PPP Sumut menyatakan menolak keputusan DPP yang mengusung Djarot Saiful Hidayat-Sihar Sitorus dalam Pilgub Sumut.

Ketua DPW PPP Sumut, Yulizar Paralagutan Lubis mengklaim, keputusan ini juga mewakili suara seluruh DPC se-Sumut. Yulizar mengatakan, mereka tidak setuju dengan adanya pasangan pelangi. Mereka berharap Djarot didampingi dengan sosok Muslim.(yn)

tag: #pilkada-serentak-2018  

Bagikan Berita ini :

Tanggapan Anda atas berita ini?
TSPOLING

Pembaca teropongsenayan.com yth.

Polemik Ratna Sarumpaet, dalam waktu sekejap, membuka mata-telinga dan mengejutkan banyak kalangan. Termasuk mata dan telinga para politisi.

Setelah polisi membuktikan kebohongan Ratna, dan yang bersangkutan juga mengaku berbohong, polemik pun semakin kencang. Di sisi lain, beberapa kalangan menengarai polemik kebohongan Ratna berimplikasi terhadap elektabilitas pasangan calon (paslon) peserta Pilpres 2019. Yakni Joko Widodo-Ma'ruf Amin dan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.

Menurut Anda, seperti apa dampak dari implikasi tersebut:

  • 1. Berpengaruh positif terhadap Joko Widodo-Maruf Amin
  • 2. Berpengaruh positif terhadap Prabowo Subianto-Sandiaga Uno
  • 3. Tidak berpengaruh terhadap masing-masing paslon
LIHAT HASIL POLING