LSM Asing Ingin Masuk di RUU LGBT
Oleh bara ilyasa pada hari Minggu, 21 Jan 2018 - 13:21:44 WIB

Bagikan Berita ini :

83ilustrasilgbt.jpg
Sumber foto : ist
Ilustrasi

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN)--Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) asing mencoba untuk ikut masuk dalam Rancangan Undang-Undang Lesbian, Gay, Biseksual, Transgender (LGBT) dan Pernikahan Semasa Jenis (RUU LGBT). Namun sebelum keinginan itu terlaksana, DPR secara tegas menolak.

Wakil Ketua Badan Legislasi DPR RI Firman Soebagyo mengakui ada LSM asing yang menawarkan pendampingan pembahasan RUU LGBT. Namun,kata Firman, tawaran itu ditolak mentah-mentah. Dia menegaskan DPR RI tidak bisa diintervensi oleh siapapun, apalagi mengenai usulan pembahasan RUU.

"Bahwa pernah ada keinginan dari NGO asing yang menawarkan untuk memberikan pendampigan dan masukan tentang RUU LGBT. Dengan tegas Baleg menolak karena dalam penyusunan RUU kami tidak bisa diintervensi oleh siapapun dan dari negara manapun," tegas Firman melalui keterangan pers yang diterima TeropongSenayan, Minggu (21/1/2018).

Selain itu, RUU LGBT merupakan hal yang sensitif untuk dibahas. Sebab, mayoritas penduduk Indonesia merupakan muslim. Meskipun banyaknya desakan dari NGO/LSM asing yang terus meminta agar DPR RI segera membahas RUU LGBT itu.

"Baleg melihat bahwa RUU tentang LGBT sensitivitasnya tinggi. Apalagi Indonesia negara yang mayoritas muslim penduduknya dan tidak semudah itu meloloskan sebuah RUU yang akan membuat suasana gaduh," katanya.

Sebelumnya Firman juga membantah pernyataan Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) Zulkifli Hasan bahwa ada lima partai yang setuju LGBT.

"Ada lima fraksi yang sudah menyetujui (UU LGBT), perihal tersebut tidak benar," tegas Firman.

Menurut Firman menjelaskan, seluruh fraksi menolak RUU itu masuk dalam program legislasi nasional (prolegnas). Baik itu prolegnas prioritas maupun prolegnas jangka menengah.

Sebab, pembahasan RUU itu sangatlah berhati-hati dalam memutuskan sebuah RUU untuk dapat dibahas atau tidak.

Tentang RUU LGBT, Zulkifli mengatakan, saat ini sudah ada lima fraksi di DPR RI yang menyetujui perilaku lesbian, gay, biseksual dan transgender (LGBT) berkembang di Indonesia. Namun Zulkifli enggan menyebutkan nama-nama partai politik yang fraksinya mendukung LGBT tersebut.

"Di DPR saat ini dibahas soal undang-undang LGBT atau pernikahan sesama jenis. Saat ini sudah ada lima partai politik menyetujui LGBT," kata Zulkifli di Kampus Universitas Muhammadiyah Surabaya, Jalan Raya Sutorejo Nomor 59, Mulyorejo, Surabaya, Sabtu (20/1/2018).(plt)

tag: #dpr  #lgbt  

Bagikan Berita ini :

Tanggapan Anda atas berita ini?
TSPOLING

Pembaca TeropongSenayan Yth

Dalam beberapa hari terakhir, teror bom mengguncang Tanah Air. Rakyat, pemerintah, dan aparat kaget, terkejut dan terkesima. Marah, kesal, cemas, was-was serta ekspresi sejenis muncul bersamaan.

Harapan akan segera terbitnya revisi UU Anti Terorisme menyeruak di tengah perbincangan publik. Polemik pun turut menghangatkan harapan itu.

Bagaimana pandangan Anda tentang penerbitan revisi UU Anti Terorisme :

  • Perlu, segera terbit
  • Dibahas dan dikaji terlebih dulu
  • Tidak perlu
LIHAT HASIL POLING