Surat Dukungan Munas Hanura Ambara Diduga Palsu
Oleh Syamsul Bachtiar pada hari Minggu, 21 Jan 2018 - 13:48:52 WIB

Bagikan Berita ini :

59INAS.jpg
Sumber foto : istimewa
Inaz Nasrullah Zubir

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN)- Ketua DPP Hanura kubu Oesman Sapta Odang, Inaz Nasrullah Zubir menduga, munaslub Hanura versi Ambara yang dipimpin Syarifudin Suding dan kawan-kawan diduga melakukan manipulasi surat dukungan mosi tidak percaya dari DPD dan DPC.

"Pasalnya adalah surat-surat mosi tersebut dibuat oleh DPD atau DPC yang sudah out of date alias kepengurusan DPD atau DPC yang sudah tidak berlaku lagi serta DPD atau DPC siluman yang mendadak dibentuk tanpa melalui proses musyawarah daerah," beber Inaz kepada wartawan di Jakarta, Minggu (21/01/2018).

"Misalnya saja kalau ada surat mosi tidak percaya dari DPD Hanura propinsi Jawa Barat yang dibuat oleh ketua DPD yang sudah out of date yakni Fitrun maka itu tidak sah, karena ketua DPD Hanura yang sah dan masih menjabat adalah Aceng Fikri," sambungnya.

Selain itu, kata dia, diduga juga terdapat surat mosi tidak percaya yang dibuat oleh DPD Hanura siluman yang mendadak muncul di saat munaslub versi ambara dalam waktu seketika tanpa melalui proses musyawarah.

"Oleh karena itu kemenkumham harus menolak pendaftaran kepengurusan pusat hasil munaslub abal-abal yang diajukan oleh Suding dan kawan-kawan," tegasnya.

Seperti diketahui, saat ini kepengurusan DPP Partai Hanura terbelah menjadi dua yaitu ada kepengurusan dibawah kepemimpinan OSO dan kepengurusan dibawah pimpinan Daryatmo.

Kepengurusan tersebut terbelah jadi dua pasca internal partai tersebut berkonflik dengan ditandai adanya aksi saling pecat memecat antara Sekjen Hanura Syarifuddin Suding dengan OSO. (icl)

tag: #partai-hanura  

Bagikan Berita ini :

Tanggapan Anda atas berita ini?
TSPOLING

Pembaca teropongsenayan.com yth.

Polemik Ratna Sarumpaet, dalam waktu sekejap, membuka mata-telinga dan mengejutkan banyak kalangan. Termasuk mata dan telinga para politisi.

Setelah polisi membuktikan kebohongan Ratna, dan yang bersangkutan juga mengaku berbohong, polemik pun semakin kencang. Di sisi lain, beberapa kalangan menengarai polemik kebohongan Ratna berimplikasi terhadap elektabilitas pasangan calon (paslon) peserta Pilpres 2019. Yakni Joko Widodo-Ma'ruf Amin dan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.

Menurut Anda, seperti apa dampak dari implikasi tersebut:

  • 1. Berpengaruh positif terhadap Joko Widodo-Maruf Amin
  • 2. Berpengaruh positif terhadap Prabowo Subianto-Sandiaga Uno
  • 3. Tidak berpengaruh terhadap masing-masing paslon
LIHAT HASIL POLING