Presiden PKS Sebut Sudirman Said Cocok untuk Jawa Tengah, Masak Sih
Oleh Ferdiansyah pada hari Minggu, 21 Jan 2018 - 17:10:38 WIB

Bagikan Berita ini :

85IMG-20180121-WA0075.jpg
Sumber foto : Istimewa
Presiden PKS, M Sohibul Iman dan Ketua Umum DPW PKS Jateng, Abdul Fikri Faqih bersama Sudirman Said dan Ida Fauziah saat di acara Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) PKS Jateng, Minggu (21/1/2018) di Semarang

SEMARANG (TEROPONGSENAYAN)– Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Mohammad Sohibul Iman menilai, Sudirman Said atau yang dikenal dengan Pak Dirman lebih cocok memimpin Jawa Tengah. Pasalnya, Pak Dirman mampu menggabungkan semangat kebangsaan dan semangat relijius sekaligus.

“Masyarakat Jateng memiliki warisan histori dan sosiologis tentang nasionalis relijius sejak lama. Karena itu, Indonesia bisa maju kalau kedua elemen ini bisa menemukan formula yang pas untuk bersama-sama membangun,” kata Sohibul Iman saat membuka Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) PKS Jateng, Minggu (21/1/2018) di Semarang.

Sohibul menyebut, selama ini belum ditemukan formula paling pas bagaimana kedua kelompok ini, nasionalis dan relijius, berperan dalam membangun Indonesia ke depan. “Dan Sudirman Said adalah orang yang sangat bisa menggabungkan keduanya di Jateng,” tutur Sohibul.

Karena itu Sohibul meyakini, pasangan Pak Dirman dan Mbak Ida sangat cocok untuk masyarakat Jawa Tengah. Dalam diri keduanya ada semangat nasionalime dan relijiusitas yang tinggi, yang jika dipadupadankan akan menjadi kekuatan yang luar biasa untuk membangun Jawa Tengah.

Sebelumnya, Pak Dirman menyampaikan terima kasih dan penghargaan yang tinggi kepada PKS, atas kepercayaan yang besar sehingga ia diajukan sebagai calon Gubernur Jawa Tengah periode 2018-2023. Ucapan yang sama ia sampaikan kepada Gerindra, PAN, juga PKB.

Pak Dirman menyebut, pencalonannya oleh PKS, juga Gerindra dan PAN sebagai proses yang sistematis, demokratis, terbuka, dan terjaga mutunya. Dia tidak mengalami proses yang ramai menjadi polemik di publik belakangan ini, yakni mahar. 

“Proses yang saya lalui hingga pemberian rekomendasi menunjukkan bahwa partai ini mengedepankan pendekatan sistem ketimbang kedekatan personal. Ini artinya, PKS menjujung tinggi asas meritokrasi, suatu asas yang menjadi esensi demokras di atas pendekatan personal,” sambung dia.

Pak Dirman mengungkapkan, secara personal dirinya sangat dekat dengan Presiden PKS Sohibul Iman. Namun dalam proses pencalonannya Sohibul justru mengambil jarak. “Silakan ditempuh prosesnya sesuai dengan aturan yang berlaku di PKS. Begitu pesan yang disampaikan kepada saya,” tutur Pak Dirman. 

Sementara itu dalam kesempatan yang sama, Ketua Umum DPW PKS Jateng, Abdul Fikri Faqih berpesan kepada kader PKS untuk menjadikan momen Pilgub Jateng sebagai ajang kompetisi kebaikan. Hindari pertentangan yang tidak perlu.

Fikri juga menegaskan, kader PKS Jateng di semua level, siap berjuang memenangkan pasangan Pak Dirman dan Mbak Ida.(dia/rls) 

tag: #  

Bagikan Berita ini :

Tanggapan Anda atas berita ini?
TSPOLING

Pembaca teropongsenayan.com yth.

Polemik Ratna Sarumpaet, dalam waktu sekejap, membuka mata-telinga dan mengejutkan banyak kalangan. Termasuk mata dan telinga para politisi.

Setelah polisi membuktikan kebohongan Ratna, dan yang bersangkutan juga mengaku berbohong, polemik pun semakin kencang. Di sisi lain, beberapa kalangan menengarai polemik kebohongan Ratna berimplikasi terhadap elektabilitas pasangan calon (paslon) peserta Pilpres 2019. Yakni Joko Widodo-Ma'ruf Amin dan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.

Menurut Anda, seperti apa dampak dari implikasi tersebut:

  • 1. Berpengaruh positif terhadap Joko Widodo-Maruf Amin
  • 2. Berpengaruh positif terhadap Prabowo Subianto-Sandiaga Uno
  • 3. Tidak berpengaruh terhadap masing-masing paslon
LIHAT HASIL POLING