Cawagub Ida Fauziah Bertekad Atasi Kemiskinan di Jateng
Oleh M Anwar pada hari Senin, 22 Jan 2018 - 08:44:55 WIB

Bagikan Berita ini :

20PKB-USUNG-SUDIRMAN-SAID-DAN-IDA-FAUZIAH-DI-JATENG07-39140-750x536.jpg
Sumber foto : Dok Istimewa
Cawagub Ida Fauziah adalah pasangan dari Cagub Sudirman Said. Keduanya akan menantang kandidat petahana Ganjar Pranowo di Jawa Tengah

SEMARANG (TEROPONGSENAYAN) - Bakal calon wakil gubernur Jawa Tengah, Ida Fauziah mengaku prihatin dengan tingginya angka kemiskinan di Jateng. Menurut catatannya, angka kemiskinan di Jateng pada 2017 mencapai 13,58 persen.

Bahkan, dari 35 kabupaten/kota di Jateng, 15 daerah di antaranya masuk dalam zona merah daerah miskin. Dia menyebutkan daerah-daerah itu adalah Kabupaten Wonosobo, Kebumen, Brebes, Purbalingga, Rembang, Pemalang, Banjarnegara, Banyumas, Klaten, Sragen, Cilacap, Demak, Purworejo, Grobogan, dan Demak.

"Persoalan mendasar di Jawa Tengah adalah keadilan sosial, yang melahirkan kemiskinan," kata Ida di posko pemenangan Jalan Pamularsih 95 Semarang, Minggu (21/1/2018).

Bakal calon wakil gubernur yang dipasangkan dengan Sudirman Said itu mengaku sudah mempersiapkan formula untuk mengatasi kemiskinan. Ida bakal melakukan pergerakan ke bawah sampai tingkat RT, dengan mengangkat prinsip "Ganyar" atau ganti anyar (baru).

"Dengan berbagai variabel pembangunan yang kami usung, untuk mengurangi angka kemiskinan. Untuk mewujudkan itu pemimpinnya harus Ganyar 'ganti anyar'," ujar politikus PKB tersebut.

Ida melanjutkan, penanggulangan kemiskinan akan diurai dari tingkat desa. Pasangan Sudirman-Ida menyatakan sudah menyiapkan Majelis Desa di tingkat desa maupun kelurahan untuk membuka komunikasi dan diskusi antara relawan pendukungnya dengan warga.

"Majelis desa yang akan melakukan pengawalan, yang gerakannya sampai tingkat RT," tambah dia. (aim)

tag: #  

Bagikan Berita ini :

Tanggapan Anda atas berita ini?
TSPOLING

Pembaca TeropongSenayan Yth

Dalam beberapa hari terakhir, teror bom mengguncang Tanah Air. Rakyat, pemerintah, dan aparat kaget, terkejut dan terkesima. Marah, kesal, cemas, was-was serta ekspresi sejenis muncul bersamaan.

Harapan akan segera terbitnya revisi UU Anti Terorisme menyeruak di tengah perbincangan publik. Polemik pun turut menghangatkan harapan itu.

Bagaimana pandangan Anda tentang penerbitan revisi UU Anti Terorisme :

  • Perlu, segera terbit
  • Dibahas dan dikaji terlebih dulu
  • Tidak perlu
LIHAT HASIL POLING