OSO Klaim Didukung Mayoritas Pendiri Partai Hanura
Oleh Ferdiansyah pada hari Senin, 22 Jan 2018 - 09:41:06 WIB

Bagikan Berita ini :

24oesman-sapta.jpg
Sumber foto : Istimewa
Oesman Sapta Odang

JAKARTA (TERPOPONGSENAYAN)--Ketua Umum Partai Hanura Oesman Sapta Odang (OSO) mengklaim didukung mayoritas pendiri partai.

Dukungan mayoritas pendiri partai ke kubu OSO itu dituangkan dalam pernyataan tertulis dan ditandatangani pada Minggu (21/1/2018), serta disampaikan kepada sejumlah awak media di Hotel Manhattan, Kuningan Jakarta Selatan.  

"Lebih dari 50 persen ke kami. Ada 65 orang (pendiri) yang hadir hari ini," kata Oesman.

Ia menjelaskan kedatangan mereka karena prihatin dengan kondisi yang terjadi di Partai Hanura.

Menurutnya, para pendiri menginginkan Partai Hanura tetap solid. Terlebih lagi partai akan menghadapi verifikasi faktual Komisi Pemilihan Umum (KPU). 

"Jika proses ini terhambat, itu karena ada orang-orang yang merusak," tegas Oesman. 

Ketua DPD dan Wakil Ketua MPR itu yakin, kader Partai Hanura yang mengerti persoalan tentu akan kembali bergabung dengannya. Menurut dia, sebagian kecil kader yang mendukung Munaslub ilegal itu karena ketidaktahuan semata. 

Karena itu, Oesman memberikan kesempatan kepada kader tersebut untuk segera kembali dalam rangka menyelamatkan partai. Termasuk memperjuangkan  niat tulus dan ikhlas serta cita-cita pendiri yang telah berdarah-darah mendirikan partai ini.

"Jangan ada orang baru ngaku sebagai pendiri, padahal sama sekali bukan pendiri partai," ungkap OSO. 

Salah satu pendiri Partai Hanura Yus Yusman Sumantara mengatakan, ada 17 orang yang diberikan kuasa oleh   114 tokoh untuk mendirikan Partai Hanura.

Dia lantas membacakan nama-nama 17 orang tersebut. Yakni, Jenderal (Purn) Wiranto, Yus Usman Sumantara, Fuad Bawazier, almarhuman Tuti Alawiyah, Marsekal Madya (Purn) Budi Santosoalmarhum  Mayjen (Purn) Aspar Aswin, Laksmana (Purn) AL Bernard Sondakh. Kemudian, Jenderal Purn Fahrurrazi, Yusuf Marta, Jenderal (Purn) Subagyo HS, Sumardjo, Chairudin Ismail, Samuel Koto, Iing Solihin, Teguh Samuderadrh Ketut dan Letjen Purn Suaedy Marasabesy.

"Itu 17 orang yang  menandatangani akta pendirian partai yang mendapat surat tugas 114 pendiri," kata Yus dalam kesempatan tersebut. 

Iing Solihin menegaskan, dari 114 pendiri itu tidak ada nama Syarifuddin Sudding dan Dossy Iskandar. "Jadi mereka bukan sebagai pendiri," kata Iing di kesempatan itu.

Dalam kesempatan itu hadir pula 16 pelaksana tugas ketua DPD dan 15 ketua DPD Partai Hanura definitif yang sudah menandatangani ikrar mendukung OSO.(yn)

tag: #partai-hanura  

Bagikan Berita ini :

Tanggapan Anda atas berita ini?
TSPOLING

Pembaca teropongsenayan.com yth.

Polemik Ratna Sarumpaet, dalam waktu sekejap, membuka mata-telinga dan mengejutkan banyak kalangan. Termasuk mata dan telinga para politisi.

Setelah polisi membuktikan kebohongan Ratna, dan yang bersangkutan juga mengaku berbohong, polemik pun semakin kencang. Di sisi lain, beberapa kalangan menengarai polemik kebohongan Ratna berimplikasi terhadap elektabilitas pasangan calon (paslon) peserta Pilpres 2019. Yakni Joko Widodo-Ma'ruf Amin dan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.

Menurut Anda, seperti apa dampak dari implikasi tersebut:

  • 1. Berpengaruh positif terhadap Joko Widodo-Maruf Amin
  • 2. Berpengaruh positif terhadap Prabowo Subianto-Sandiaga Uno
  • 3. Tidak berpengaruh terhadap masing-masing paslon
LIHAT HASIL POLING