Presiden Jokowi Bagikan 1.000 KIP untuk Pelajar di Sumsel
Oleh M Anwar pada hari Senin, 22 Jan 2018 - 11:14:30 WIB

Bagikan Berita ini :

17208157982.jpg
Sumber foto : Dok Istimewa
Presiden Jokowi

PALEMBANG (TEROPONGSENAYAN) – Presiden Joko Widodo (Jokowi) membagikan sebanyak 1.000 Kartu Indonesia Pintar (KIP) kepada para pelajar dalam lawatannya di Sumatera Selatan hari ini. Pembagian KIP yang diberikan untuk siswa sekolah dasar (SD), sekolah menengah pertama (SMP), dan sekolah menengah atas (SMA) itu dilakukan di SMA Negeri 01 Palembang.

Rencananya KIP tersebut dicairkan pada Februari 2018. Selain KIP, pencairan dana Program Keluarga Harapan (PKH) juga akan dilakukan bulan depan.

PKH merupakan program perlindungan sosial yang memberikan bantuan tunai kepada warga kalangan rumah tangga sangat miskin (RTSM). Bagi anggota keluarga RTSM pun diwajibkan melaksanakan persyaratan dan ketentuan yang telah ditetapkan.

"Saya titip dana di kartu ini digunakan untuk hal-hal berkaitan dengan pendidikan, seperti beli buku, sepatu, tas, dan lainnya, " kata Presiden Jokowi di lokasi acara, Senin (22/1/2018).

Pengamanan kunjungan Presiden Jokowi di Sumsel dilakukan oleh 2.567 personel gabungan TNI, Polri, dan institusi terkait.

Kepala Negara sendiri tiba di Palembang pada Minggu 21 Januari malam. Selain membagikan KIP dan PKH, ada sejumlah agenda lain yang bakal dihadiri Presiden Jokowi.

Acara-acara tersebut adalah penyerahan sertifikat tanah, membuka Kongres Nasional XXX dan MPA XXIX Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) di GOR Dempo Jakabaring yang bertemakan 'Membumikan Pancasila Menuju Indonesia Berdaulat' serta meninjau Program Padat Karya di Tanjung Lago Banyuasin. (aim)

tag: #  

Bagikan Berita ini :

Tanggapan Anda atas berita ini?
TSPOLING

Pembaca teropongsenayan.com yth.

Polemik Ratna Sarumpaet, dalam waktu sekejap, membuka mata-telinga dan mengejutkan banyak kalangan. Termasuk mata dan telinga para politisi.

Setelah polisi membuktikan kebohongan Ratna, dan yang bersangkutan juga mengaku berbohong, polemik pun semakin kencang. Di sisi lain, beberapa kalangan menengarai polemik kebohongan Ratna berimplikasi terhadap elektabilitas pasangan calon (paslon) peserta Pilpres 2019. Yakni Joko Widodo-Ma'ruf Amin dan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.

Menurut Anda, seperti apa dampak dari implikasi tersebut:

  • 1. Berpengaruh positif terhadap Joko Widodo-Maruf Amin
  • 2. Berpengaruh positif terhadap Prabowo Subianto-Sandiaga Uno
  • 3. Tidak berpengaruh terhadap masing-masing paslon
LIHAT HASIL POLING