Lodewijk: Luhut Komandan Saya
Oleh Sahlan Ake pada hari Senin, 22 Jan 2018 - 16:13:53 WIB

Bagikan Berita ini :

14(KabinetKerja)LuhutIII.jpg
Sumber foto : Dokumen TeropongSenayan
Luhut Binsar Pandjaitan

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) - Ditunjuk sebagai Sekretaris Jenderal Partai Golkar, Lodewijk Freidrich Paulus mengaku tidak mengetahui ada campur tanggan Luhut Binsar Pandjaitan.

"Saya tidak tahu apakah Pak Luhut ada campur tangan. Tapi yang jelas Luhut komandan saya. Waktu saya kopasus 81, dua tahun kemudian, 83 saya direkrut sebagai detasemen 81. Beliau komandan, Wakilnya Prabowo," kata Lodewijk di DPP Partai Golkar, Slipi, Jakarta Barat, Senin (22/1/2018).

Purnawirawan Jenderal Bintang 3 ini mengakui bahwa ada pesan dari Luhut ke dirinya, agar dapat membesarkan partai berlambang beringin ini.

"Bukan dia (Luhut) saja. Tapi yang lain ngomong besarkan Partai Golkar. Mereka men-support bahu membahu untuk yang ada sekarang bangkitkan Golkar dan menagkan Golkar," katanya.

Dirinya juga sebelumnya belum mengetahui penunjukan dirinya sebagai Sekjen Golkar. Menurutnya, penunjukan ini benar-benar kewenangan Ketua Umum tidak ada intervensi dari pihak manapun.

"Terpilihnya saya sebagai sekjen DPP Golkar tentunya di luar sepengetahuan saya karena itu hak ketum untuk memilih siapa yang beliau anggap cocok ataupun dapat membantu beliu dalam tugas-tugas," katanya.

Nama Lodewijk diumumkan menjadi sekjen oleh Airlangga. Lodewijk menggantikan Idrus Marham, yang digeser sebagai Korbid Hubungan Eksekutif Legislatif Golkar.

Sebelum menjadi sekjen, Lodewijk menjabat Korbid Kajian Strategis dan SDM Golkar. Lodewijk akan menjabat sebagai sekjen hingga 2019. (icl)

tag: #luhut-binsar-pandjaitan  #partai-golkar  

Bagikan Berita ini :

Tanggapan Anda atas berita ini?
TSPOLING

Pembaca teropongsenayan.com yth.

Polemik Ratna Sarumpaet, dalam waktu sekejap, membuka mata-telinga dan mengejutkan banyak kalangan. Termasuk mata dan telinga para politisi.

Setelah polisi membuktikan kebohongan Ratna, dan yang bersangkutan juga mengaku berbohong, polemik pun semakin kencang. Di sisi lain, beberapa kalangan menengarai polemik kebohongan Ratna berimplikasi terhadap elektabilitas pasangan calon (paslon) peserta Pilpres 2019. Yakni Joko Widodo-Ma'ruf Amin dan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.

Menurut Anda, seperti apa dampak dari implikasi tersebut:

  • 1. Berpengaruh positif terhadap Joko Widodo-Maruf Amin
  • 2. Berpengaruh positif terhadap Prabowo Subianto-Sandiaga Uno
  • 3. Tidak berpengaruh terhadap masing-masing paslon
LIHAT HASIL POLING