Hutama Karya Santuni Korban Meninggal Crane Jatuh Rp 25 Juta
Oleh M Anwar pada hari Senin, 05 Feb 2018 - 06:41:44 WIB

Bagikan Berita ini :

32tunggu-hasil-investigasi-proyek-double-double-track-dihentikan-MV5.jpg
Sumber foto : Dok Istimewa
Kecelakaan jatuhnya double crane di Jatinegara

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) - Direktur Operasional PT Hutama Karya (HK) Suroto menemui keluarga korban meninggal crane jatuh proyek double-double track atau DDT jalur kereta untuk Manggarai-Jatinegara di RS Polri Kramat Jati, Jakarta Timur.

PT HK sebagai pemegang utama konsorsium memastikan, keluarga korban meninggal akan mendapatkan santunan sebesar Rp 25 juta.

Menurutnya, bantuan korban crane jatuh tersebut sudah disiapkan dan nantinya akan diberikan kepada masing-masing keluarga.

Sedangkan korban selamat, Suroto juga memastikan tetap akan diberikan perhatian.

"Yang selamat kita akan berikan perhatian untuk supaya mungkin tindakan untuk dibawa semacam terapi, untuk memulihkan psikologis," ucapnya.

Suroto belum memastikan berapa besar bantuan yang akan diberikan kepada korban luka-luka dan selamat dari crane jatuh tersebut.

Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya angkat bicara menyusul insiden crane jatuh di Jatinegara yang menelan empat korban jiwa.

Peristiwa ini menambah daftar panjang kecelakaan kerja yang terjadi di proyek infrastruktur akhir-akhir ini.

Budi Karya mengaku telah bersepakat dengan Menteri PUPR bahwa segala hal kecelakaan konstruksi termasuk kecelakaan pada konstruksi jalan Kereta Api, atau LRT akan dievaluasi dan diawasi Komite Keselamatan Konstruksi sesuai UU Jasa Konstruksi.

"Beberapa hal yang akan diperiksa kembali oleh Kemenhub yakni safety dan serviceabilty alat berat yang digunakan terutama pesawat angkat dan ungkit. Hasil pemeriksaan harus dibuktikan dengan tulisan dan memastikan menghentikan atau mengganti peralatan dan perlengkapan yang tidak masuk standar," kata Budi Karya, seperti dikutip dari siaran pers, Minggu (4/2).

Selain itu, dia juga akan memastikan personil pengawasan melaksanakan fungsi quality assurance dan control dengan benar. Hal ini harus dibuktikan dengan mengisi checklist yang lengkap dan benar. (aim)

tag: #  

Bagikan Berita ini :

Tanggapan Anda atas berita ini?
TSPOLING

Pembaca TeropongSenayan Yth

Dalam beberapa hari terakhir, teror bom mengguncang Tanah Air. Rakyat, pemerintah, dan aparat kaget, terkejut dan terkesima. Marah, kesal, cemas, was-was serta ekspresi sejenis muncul bersamaan.

Harapan akan segera terbitnya revisi UU Anti Terorisme menyeruak di tengah perbincangan publik. Polemik pun turut menghangatkan harapan itu.

Bagaimana pandangan Anda tentang penerbitan revisi UU Anti Terorisme :

  • Perlu, segera terbit
  • Dibahas dan dikaji terlebih dulu
  • Tidak perlu
LIHAT HASIL POLING