KPK Khawatir Pejuang Antikorupsi Alami Teror seperti Novel
Oleh M Anwar pada hari Senin, 12 Feb 2018 - 12:20:00 WIB

Bagikan Berita ini :

35Juru-bicara-Komisi-Pemberantasan-Korupsi-Jubir-KPK-Febri-Diansyah.-Foto-FadilahNusantaranews.jpg
Sumber foto : dok istimewa
Juru Bicara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Febri Diansyah.

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) -- Sudah 10 bulan sejak teror penyerangan terhadap penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi Novel Baswedan. Namun, pihak kepolisian belum juga bisa menemukan pelaku yang menyiramkan air keras ke wajah Novel.

KPK berharap, pihak kepolisian masih serius dalam mengusut kasus tersebut.

"Setelah melewati 10 bulan sejak peristiwa terjadi, semoga penanganan perkara ini masih terus dilakukan secara serius," kata Kepala Biro Humas KPK Febri Diansyah dalam keterangan tertulisnya, Minggu (11/2/2018).

"Jika pelaku tidak ditemukan, resiko yang sama tentu dapat terjadi pada seluruh pihak yang bekerja memperjuangkan pemberantasan korupsi," tambah Febri.

Dari hasil koordinasi antara tim yang ditugaskan KPK, kata Febri, disebutkan bahwa penyidik Polda Metro Jaya masih terus bekerja mengusut kasus ini.

Terkait dengan pernyataan pihak tertentu yang menyampaikan bahwa kendala penanganan perkara disebabkan belum bisa dilakukan pemeriksaan terhadap Novel, Febri menegaskan bahwa Novel Baswedan telah diperiksa secara pro justicia oleh penyidik Polda Metro Jaya.

Bahkan pemeriksaan itu dilakukan sebelum operasi mata tahap 1 dilakukan. Saat itu Pimpinan KPK juga mendampingi dan telah berkoordinasi dengan Kapolri dan Polda Metro Jaya.

"Jadi, kami harap informasi-informasi yang disampaikan adalah informasi yang benar sehingga tidak membuat publik salah memahami," kata Febri.

Febri mengatakan, pihak keluarga dan KPK terus menanti kapan pelaku penyerang bisa diproses hingga aktor intelektual juga bisa ditemukan. KPK juga menyampaikan terimakasih kepada Presiden karena perhatian yang sangat besar terhadap kasus ini.

Kesehatan

Febri mengatakan, Novel yang saat ini masih dirawat di Singapura akan menjalani operasi tambahan pada mata kirinya besok.

Setelah dilakukan pemeriksaan dan konsultasi antara dokter ahli Singapura dan Inggris, terdapat kondisi belum maksimalnya pertumbuhan selaput mata kiri bagian tengah.

Operasi tahap 2 utk pemasangan artificial kornea belum dapat dilakukan jika pertumbuhan selaput mata belum merata secara keseluruhan.

"Kami berharap dan mohon doanya agar operasi besok dan perawatan lanjutan terhadap Penyidik KPK, Novel Baswedan berjalan baik," kata Febri.

"Juga telah ditugaskan dokter KPK untuk mendampingi Novel terkait pelaksanaan operasi tersebut," tambahnya. (aim)

tag: #anies-baswedan  #dki-jakarta  #kpk  

Bagikan Berita ini :

Tanggapan Anda atas berita ini?
TSPOLING

Pembaca TeropongSenayan Yth

Dua pasangan calon (paslon) Pilpres 2019 telah mendaftar ke Kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI di Jakarta, Jumat (10/8/2018). Kedua paslon itu adalah Joko Widodo (Jokowi)-Maruf Amin dan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.

Jokowi-Maruf didukung oleh sembilan partai. Yakni PDIP, Partai Golkar, Nasdem, Hanura, PPP, PKB, PSI,Perindo, dan PKPI. Sedangkan Prabowo-Sandiaga didukung oleh empat partai. Yakni Partai Gerindra, PAN, PKS, dan Demokrat.

Dua cawapres, yakni Maruf Amin dan Sandiaga Uno disebut-sebut turut menentukan kemenangan sang capres pada 2019 nanti. Tentu, baik Maruf maupun Sandiaga memiliki kelebihan masing-masing, yang akan diekplorasi habis-habisan guna menarik simpati pemilih.

Nah, jika pilpres dilaksanakan hari ini, siapa yang akan Anda pilih:

  • 1.Joko Widodo-Maruf Amin
  • 2.Prabowo Subianto-Sandiaga Uno
LIHAT HASIL POLING
TSTRENDING