Marianus Diciduk KPK, Emilia Tegar Jalani Pilgub NTT
Oleh ferdiansyah pada hari Senin, 12 Feb 2018 - 08:08:08 WIB

Bagikan Berita ini :

35MarianusSaedanEmiNomleni.jpg
Sumber foto : ist
Emilia Nomleni dan Marianus Sae


KUPANG (TEROPONGSENAYAN)--Bakal calon Wakil Gubernur Nusa Tenggara Timur yang disokong PDIP dan PKB Emilia Nomleni akan berusaha tegar menjalani proses Pilgub NTT 2018. Sikap tersebut dia sampaikan menyusul penangkapan pasangannya, bakal calon gubernur NTT Marianus Sae oleh KPK.

"Para pendukung dan simpatisan Marianus-Emi agar tetap tenang, tidak terpancing serta tetap solid dan kompak. Kita akan terus berjuang sampai garis finish," demikian seruan Emilia Nomleni dalam berbagai akun medis sosialnya yang disiarkan, Senin (12/2/2018).

Politikus senior dari PDI Perjuangan yang merupakan pasangan bakal Calon Gubernur NTT Marianus Sae dalam menghadapi Pemilu Gubernur NTT 2018 itu mengatakan, hal tersebut terkait dengan operasi tangkap tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap Bupati Ngada dua periode itu, Minggu (11/2).

Ruang kerja Bupati Ngada di Bajawa, Flores, juga telah disegel oleh KPK.

Emilia menilai peristiwa yang menimpa Marianus tersebut memberikan pembelajaran mahal untuk dirinya berefleksi.

"Sebagai pribadi, saya akan tetap berdiri untuk menghadapi semuanya," katanya.

Pada Senin ini, KPU NTT akan menetapkan paket pasangan Calon Gubernur-Wakil Gubernur NTT periode 2018-2023.

"Dan kami akan tetap menjalani semua proses tersebut sampai akhir," ujarnya.

Sebagai pasangan Calon Wakil Gubernur, ia mengirim doa agar Marianus kuat dalam menghadapi persoalan tersebut.

"Saya mengirimkan doa dan semangat agar pak Marianus tetap kuat dalam menghadapi semua persoalan ini," tambah Emilia.(plt/ant)

tag: #kpk  #pdip  #pilkada-serentak-2018  

Bagikan Berita ini :

Tanggapan Anda atas berita ini?
TSPOLING

Pembaca teropongsenayan.com yth.

Polemik Ratna Sarumpaet, dalam waktu sekejap, membuka mata-telinga dan mengejutkan banyak kalangan. Termasuk mata dan telinga para politisi.

Setelah polisi membuktikan kebohongan Ratna, dan yang bersangkutan juga mengaku berbohong, polemik pun semakin kencang. Di sisi lain, beberapa kalangan menengarai polemik kebohongan Ratna berimplikasi terhadap elektabilitas pasangan calon (paslon) peserta Pilpres 2019. Yakni Joko Widodo-Ma'ruf Amin dan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.

Menurut Anda, seperti apa dampak dari implikasi tersebut:

  • 1. Berpengaruh positif terhadap Joko Widodo-Maruf Amin
  • 2. Berpengaruh positif terhadap Prabowo Subianto-Sandiaga Uno
  • 3. Tidak berpengaruh terhadap masing-masing paslon
LIHAT HASIL POLING