Muhammadiyah: Negara Tak boleh Toleran atas Teror Terhadap Umat Beragama
Oleh M Anwar pada hari Selasa, 13 Feb 2018 - 19:10:00 WIB

Bagikan Berita ini :

68Haedar-nashir.jpg
Sumber foto : dok istimewa
Ketua Umum PP Muhamadiyah Haedar Nashir.

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) -- Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir mengecam serangkaian aksi teror yang belakangan dialami oleh sejumlah tokoh dan umat beragama.

Pada Minggu (11/2/2018) lalu, terjadi serangan terhadap jemaat Gereja Santa Lidwina di Sleman, Yogyakarta. Sebelumnya, tindakan keji juga menimpa dua kyai di Jawa Barat.

"Muhammadiyah mengecam keras perbuatan teror tersebut, apapun alasan dan siapapun pelakunya. Jangan biarkan tindakan nista tersebut terulang dan semua pihak tidak boleh menoleransi sedikit pun perbuatan yang dilarang semua agama dan hukum tersebut," ujar Haedar melalui keterangan tertulisnya, Senin (12/2/2018) kemarin.

Terkait peristiwa tersebut, lanjut Haedar, Muhammadiyah menuntut agar aparat keamanan  dan para penegak hukum untuk mengusut tuntas dua kasus tersebut secara sungguh-sungguh, objektif, tanpa pandang bulu, sesuai hukum yang berlaku.

Ia menegaskan bahwa polisi harus mengungkap pelaku, motif, dan tujuan yang sesungguhnya dari peristiwa yang menimbulkan teror dan ketakutan di antara umat beragama.

"Perbuatan biadab tersebut sebagai bentuk teror dan kekerasan langsung terhadap tokoh dan umat beragama tidak boleh dibiarkan berlalu begitu saja dan tertutupi oleh kasus-kasus lain yang datang berikutnya," tuturnya.

"Setiap bentuk teror dan kekerasan oleh siapapun dan terhadap siapapun merupakan tindakan terkutuk. Negara tidak boleh toleran atas teror kekerasan terhadap tokoh dan umat beragama, sekaligus harus bertindak objektif dan tidak diskriminasi," kata Haedar.

Muhammadiyah, kata Haedar, berharap agar umat beragama tetap tenang dan tidak tersulut emosi atas kejadian teror yang menggemparkan tersebut. Berbagai pihak termasuk para pejabat dan elite bangsa juga diharapkan untuk tetap bijak dan bersikap proporsional agar tidak memperluas kecemasan dan saling curiga.

Menurut Haedar, peristiwa teror yang terjadi jangan sampai merusak kerukunan antar-umat beragama yang sudah terjalin.

"Peristiwa tragis tersebut jangan memberi ruang bagi sikap saling curiga dan benih adu-domba, yang merugikan kehidupan bersama," ucapnya. (aim)

tag: #dki-jakarta  #muhammadiyah  

Bagikan Berita ini :

Tanggapan Anda atas berita ini?
TSPOLING

Pembaca TeropongSenayan Yth

Dalam beberapa hari terakhir, teror bom mengguncang Tanah Air. Rakyat, pemerintah, dan aparat kaget, terkejut dan terkesima. Marah, kesal, cemas, was-was serta ekspresi sejenis muncul bersamaan.

Harapan akan segera terbitnya revisi UU Anti Terorisme menyeruak di tengah perbincangan publik. Polemik pun turut menghangatkan harapan itu.

Bagaimana pandangan Anda tentang penerbitan revisi UU Anti Terorisme :

  • Perlu, segera terbit
  • Dibahas dan dikaji terlebih dulu
  • Tidak perlu
LIHAT HASIL POLING