Kritik DPR Bisa Dipidana, PPP: Sama Saja Membunuh Demokrasi
Oleh Sahlan pada hari Selasa, 13 Feb 2018 - 11:56:42 WIB

Bagikan Berita ini :

27achmad-baidowi.jpg
Sumber foto : Istimewa
Achmad Baidowi

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN)--Wakil Sekretaris Jenderal PPP Achmad Baidowi mengkritik pasal kontroversial dalam UU MD3 yang disahkan DPR. Pasal yang dimaksud yakni antikritik dan pemeriksaan anggota dewan oleh aparat penegak hukum harus seizin presiden.

"Itu sebenarnya salah satu ketentuan yang kita tolak selain mengenai cara pengisian pimpinan MPR," kata Baidowi di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (13/2/2018).

Menurutnya, orang yang mengkritik DPR bisa dipidana menjadikan masyarakat khawatir untuk ikut membenahi lembaga legislatif.

"Kritikan terhadap DPR akan semakin surut karena pengkritik bisa dipidana. Ini sama halnya dengan membunuh demokrasi," ungkap dia.

Karena itu, kata dia, PPP memilih walk out saat pengambilan keputusan UU MD3 di Sidang Paripurna kemarin. Dia juga mempersilakan masyarakat menggugat UU ini jika dirasa tak sesuai.

"Selanjutnya masyarakat bisa mengajukan JR (Judicial Review) terhadap ketentuan pasal tersebut," kata Baidowi.

Sebelumnya, revisi UU MD3 telah disahkan dalam Sidang Paripurna pada Senin, 12 Februari 2018 kemarin. Dari 8 fraksi yang ada, 2 fraksi menyatakan menolak pengesahan ini yakni Fraksi Partai Persatuan Pembangunan dan Fraksi NasDem.(yn)

tag: #revisi-uu-md3  #uu-md3  

Bagikan Berita ini :

Tanggapan Anda atas berita ini?
TSPOLING

Pembaca teropongsenayan.com yth.

Polemik Ratna Sarumpaet, dalam waktu sekejap, membuka mata-telinga dan mengejutkan banyak kalangan. Termasuk mata dan telinga para politisi.

Setelah polisi membuktikan kebohongan Ratna, dan yang bersangkutan juga mengaku berbohong, polemik pun semakin kencang. Di sisi lain, beberapa kalangan menengarai polemik kebohongan Ratna berimplikasi terhadap elektabilitas pasangan calon (paslon) peserta Pilpres 2019. Yakni Joko Widodo-Ma'ruf Amin dan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.

Menurut Anda, seperti apa dampak dari implikasi tersebut:

  • 1. Berpengaruh positif terhadap Joko Widodo-Maruf Amin
  • 2. Berpengaruh positif terhadap Prabowo Subianto-Sandiaga Uno
  • 3. Tidak berpengaruh terhadap masing-masing paslon
LIHAT HASIL POLING